Buaksib.com – Tensi panas masih mewarnai hubungan antara pemain PSG dengan Marseille. Hal tersebut dikarenakan keributan antar pemain yang terjadi pada laga yang digelar Senin (15/09) dini hari WIB. Keributan tersebut sampai merambah ke media sosial. Teranyar, Dimitri Payet merubah wajah anjing dengan wajah Neymar dan memposting gambar tersebut di media sosial.

Neymar
Selain cekcok dengan Alvaro, Neymar juga terlibat adu argumen dengan Payet

 

Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian antarpemain mewarnai duel PSG versus Marseille. Wasit terpaksa mengeluarkan lima kartu merah, salah satunya untuk Neymar. Bintang Timnas Brasil tersebut kedapatan menampar kepala bek Marseille, Alvaro Gonzalez.

Selain Neymar, empat pemain lain yang diganjar kartu merah adalah Layvin Kurzawa, Leandro Paredes, Jordan Amavi, dan Dario Benedetto. Saat Neymar berjalan keluar lapangan, pemain berusia 28 tahun tersebut menuduh Alvaro Gonzalez mengeluarkan kata-kata rasis kepadanya. Hal inilah yang membuatnya kesal hingga menampar kepala Alvaro.

Keributan pun berlanjut ke media sosial. Neymar mengaku menyesal tak sempat meninju wajah Alvaro Gonzalez ketika masih di lapangan. Sementara itu, Alvaro bersikukuh bahwa dirinya tak melakukan tindakan rasialis kepada Neymar.

Dimitri Payet Ejek Neymar

Ternyata, tak hanya Alvaro Gonzalez yang bereaksi melalui media sosial. Bintang Marseille lainnya, Dimitri Payet rupaya tak ingin ketinggalan meramaikan jagat Twitter. Mantan pemain West Ham tersebut bahkan bisa dibilang lebih frontal dalam membuat ejekan untuk Neymar.

Pemain berusia 33 tahun tersebut mengunggah sebuah foto yang sudah diedit dengan mengganti wajah sejumlah orang dengan wajah pemain Marseille. Menariknya, Payet mengganti wajah seekor anjing yang sedang digendong Alvaro Gonzalez dengan wajah Neymar.

Sementara itu, PSG sudah merilis pernyataan sikap mereka atas keributan pada laga kontra Marseille. Mereka menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh kepada Neymar.

“Paris Saint-Germain sangat mendukung Neymar Jr yang disebut menjadi sasaran pelecehan rasial oleh pemain lawan,” demikian bunyi keterangan resmi PSG melalui situs resmi klub.

“Klub menyatakan kembali bahwa tidak ada tempat untuk rasisme di masyarakat, sepakbola, dan hidup kita, serta meminta semua orang untuk berbicara menentang semua bentuk rasisme di seluruh dunia.”

“Selama lebih dari 15 tahun, klub telah berkomitmen untuk memerangi segala bentuk diskriminasi bersama mitranya, SOS Racisme, Licra, dan Sportitude.”

“Paris Saint-Germain menanti Komisi Disiplin LFP (Ligue De Football Professionnel) untuk menyelidiki dan memastikan fakta. Klub siap membantu LFP apabila ada bantuan yang diperlukan.”