Buaksib.com – Sekitar empat tahun lalu Neymar Jr memutuskan untuk meninggalkan Barcelona. Ia memutuskan untuk menerima pinangan klub kaya raya Prancis, Paris Saint-Germain. Kini, sosok berusia 29 tahun itu dinilai sudah lebih dewasa dan matang, setidaknya di mata pelatih Brasil, Tite.

Neymar
Bomber PSG, Neymar

 

Pada tahun 2017 silam, PSG memecahkan rekor transfer dunia untuk merekrut Neymar dari Barcelona. Ia ditebus dengan mahar sebesar 222 juta Euro dan diharapkan bakal menjadi bintang baru dan membawa memenangkan Liga Champions bagi Les Parisiens.

Kini, di usianya yang telah menginjak 29 tahun, Neymar masih berjuang untuk mewujudkan harapan itu. Di musim 2019/20 kemarin, ia nyaris memenangkan trofi Liga Champions. Sayang, PSG gagal di partai final setelah takluk 1-0 dari Bayern Munchen.

Satu yang menjadi masalah terbesar Neymar adalah cedera. Ia kerap dihantam cedera yang membuatnya harus absen beberapa pertandingan. Tidak hanya itu, cedera juga membuat dirinya kesulitan mencapai level terbaiknya.

Neymar Lebih Dewasa

Neymar selama ini dikenal sebagai pemain ‘individualistis’ yang doyan membawa bola sendiri dan tak jarang memamerkan skil di depan lawan-lawannya. Namun, di mata Tite sang pemain sekarang sudah lebih dewasa dan matang.

Tite juga tidak mengelak jika Neymar masih sering membawa bola sendiri. Tapi kini ia dinilai lebih banyak membantu rekan-rekannya.

“Neymar sudah jauh lebih dewasa,” buka Tite dikutip dari FIFA.com.

“Saat dia masih di Barcelona dan di awal karir saya bersama Brasis, dia adalah pemain yang akan menyisir sisi sayap, mencetak gol, punya kecepatan, menggiring bola, dan bermain individual.”

Namun, menurut Tite kini Neymar sudah jauh lebih baik dan komplet. Ia tidak lagi bermain seorang diri melainkan justru sering membantu tim. Mantan pemain FC Santos itu pun dinilai telah meningkatkan kemampuannya.

“Sekarang dia telah memperluas area permainannya. Selain menjadi pencetak gol, dia juga bisa menciptakan peluang untuk pemain-pemain lain,” lanjut Tite.

“Sekarang kita bisa menyebut dia adalah busur dan panah. Dia bisa menciptakan peluang dan bisa menuntaskan peluang. Ia telah meningkatkan kemampuannya,” tandas pelatih berusia 59 tahun tersebut.