Buaksib.com – Menurut rumor yang saat ini beredar, Neymar Jr masih berpeluang untuk kembali ke Barcelona di musim panas tahun ini. Pasalnya, pemain asal Brasil itu telah membuat masalah di kubu Paris Saint-Germain.

Neymar Buat Masalah Lagi, Tanda Ingin Hengkang dari PSG?
Neymar

 

Neymar meninggalkan Barcelona pada tahun 2017 lalu setelah Paris Saint-Germain memenuhi klausul rilisnya sebesar 222 juta Euro. Nominal tersebut menjadikan mantan pemain Santos tersebut menjadi pemain termahal dunia saat ini.

Neymar tampil cukup bagus selama berseragam PSG. Namun, rumor mengenai kepulangannya ke Barcelona masih belum pudar sejak musim panas tahun lalu. Pasalnya, ia dikabarkan sudah tidak bahagia berada di Parc des Princes. Bahkan, pada tahun lalu pihak Barcelona dan PSG mengaku telah bertemu untuk mendiskusikan masa depan sang bintang.

Sayangnya, transfer tersebut masih belum teralisasi. Barcelona baru saja menghamburkan banyak uang untuk merekrut Antoine Griezmann dari Atletico Madrid sehingga tidak sanggup memenuhi permintaan mahar transfer yang diminta Paris Saint-Germain saat itu.

Neymar Menolak Pemotongan Gaji

Kemungkinan Neymar untuk kembali ke Barcelona di musim panas tahun ini memang kecil. Pasalnya, pandemi virus Corona telah membuat keuangan Barcelona mengalami kesulitan. Ternyata, Paris Saint-Germain pun mengalami hal yang sama. Dari laporan yang diungkap Sport, Nasser Al-Khelaifi selaku presiden klub menawarkan opsi pemangkasan gaji sebesar 70 persen kepada para pemainnya.

Penawaran tersebut didukung oleh salah satu pemain bintang mereka, Kylian Mbappe. Namun, pemain senior seperti Thiago Silva, Edinson Cavani, Ander Herrera dan Neymar dikabarkan menolak penawaran tersebut.

Neymar bahkan tidak hanya menolak opsi itu. Dari laporan yang dilansir Sport tersebut, ia bahkan akan memaksakan keluar dari PSG jika harus menerima pemotongan gaji.

PSG jelas mendapatkan pukulan telak secara finansial akibat pandemi virus Corona ini. Apalagi Ligue 1 secara resmi telah dihentikan sehingga tidak ada lagi pertandingan di kompetisi domestik hingga musim baru. Kendati demikian, klub berjuluk Les Parisiens tersebut optimistis bisa menyelesaikan laga di pentas Liga Champions meskipun harus bermain jauh dari kandang.

“Jika tidak memungkinkan dimainkan di Prancis, kami akan menjalankan pertandingan dengan jaminan bahwa pemain dan staf kami ditempatkan di tempat dengan kondisi kesehatan terbaik,” ujar Nasser kepada RMC Sport.