Buaksib.com – Gelandang Liverpool, Naby Keita dikabarkan akan memilih cabut dari Anfield di bursa transfer musim panas 2021 mendatang. Pasalnya, pemain asal Guinea itu memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan Jurgen Klopp.

Naby Keita
Naby Keita

 

Naby Keita bergabung dengan Liverpool pada tahun 2018 lalu. Ia dibeli dengan harga yang cukup mahal dari RB Leipzig yakni sekitar 48 juta Pounds. Jumlah tersebut berpotensi lebih besar dengan adanya klausul-klausul yang mengharuskan Liverpool membayar bonus.

Keita dipercaya bakal menjadi motor serangan baru bagi Liverpool. Ia bahkan mewarisi nomor punggung delapan yang merupakan peninggalan Steven Gerrard. Namun, Keita gagal menampilkan performa terbaiknya karena lebih sering absen akibat cedera.

Pemain kelahiran 10 Februari 1995 itu juga kalah bersaing dengan sederet gelandang lain milik Liverpool. Ada nama Jordan Henderson, Thiago Alcantara, dan Fabinho yang lebih dipercaya oleh Jurgen Klopp menjadi starter.

Hubungan Naby Keita dan Jurgen Klopp

Masalah Naby Keita diklaim bukan hanya sekedar cedera. Pemain berusia 26 tahun itu dikabarkan punya hubungan yang kurang harmonis dengan Jurgen Klopp. AS mengklaim bahwa situasi tersebut membuat sang gelandang merasa tidak betah berada di Anfield.

Menurut laporan AS, Naby Keita sudah menentukan masa depannya. Ia disebut akan memilih untuk meninggalkan Anfield apabila Jurgen Klopp masih menjabat pelatih Liverpool di musim depan.

Laporan itu juga mengklaim bahwa Keita sudah memiliki gambaran mengenai klub yang akan ia bela di musim depan. Mantan pemain RB Salzburg ini dikabarkan akan hengkang ke Atletico Madrid. Bahkan perwakilan Keita diklaim sudah berkomunikasi dengan juara La Liga 2020/21 itu.

Namun, transfer Keita ke Atletico Madrid nampaknya urung terjadi. Sebab, Diego Simeone memiliki prioritas transfer lain.

Selama memperkuat Liverpool, Naby Keita baru tampil sebanyak 76 kali di semua kompetisi. Ia masih terikat kontrak hingga tahun 2023 mendatang.

Musim 2020/21 ini bisa dibilang lebih buruk dari musim lalu bagi Naby Keita. Sebab ia hanya bermain sebanyak 16 kali di semua kompetisi. Lebih buruk lagi, Keita lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti ketimbang starter.