Buaksib.com – Penyerang asal Belgia, Divock Origi memang bukanlah pilihan utama pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Kendati demikian, Origi mengaku bahagia dan tak berniat hengkang dari Anfield.

Hanya Jadi Pelapis, Divock Origi Setia Bersama Liverpool
Divock Origi

 

Divock Origi direkrut oleh Liverpool pada Juli 2014 silam. Ia diboyong dari tim Ligue 1, Lille dengan mahar sebesar 12 juta Euro ketika usianya masih 20 tahun. Namun, karir Origi bersama The Reds harus diawali dengan beberapa kali menjalani masa peminjaman.

Divock Origi kembali ke pangkuan Liverpool pada tahun 2018 setelah menjalani masa peminjaman bersama Wolfsburg. Semenjak itu, ia terus dipercaya mengisi skuat asuhan Jurgen Klopp. Namun, ia kalah bersaing dengan Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane untuk menempati pos di lini depan. Alhasil, ia hanya menjadi pilihan kedua bagi sang pelatih.

Kendati demikian, Divock Origi kerap menunjukkan performa apik ketika dipercaya turun sebagai pemain pengganti. Contohnya terjadi pada final Liga Champions musim lalu. Pemain berusia 25 tahun ini mencetak gol krusial ke gawang Tottenham Hotspur dan membantu The Reds keluar sebagai juara.

Divock Origi Ingin Bertahan di Liverpool

Menjelang bursa transfer musim panas tahun ini, Divock Origi beberapa kali disebut bakal meninggalkan Liverpool. Bahkan, sejumlah legenda klub mendesak agar The Reds mencari penyerang pelapis yang lebih tajam dari Origi.

Kendati demikian, Origi mengatakan bahwa ia selalu bekerja keras dan mengikuti nalurinya. Ia juga mengaku telah berbicara dengan manajemen Liverpool dan merasa yakin untuk bertahan di Anfield.

“Kami telah berbicara dengan pihak Liverpool dan kami punya jalan yang hebat di depan. Saya hanya ingin lebih baik di sini,” kata pemain asal Belgia tersebut.

Divock Origi menambahkan bahwa dirinya ingin ikut ambil bagian dalam perjalanan Liverpool ke depan. Menurut pemain berusia 25 tahun tersebut, proyek yang sedang dijalani oleh The Reds memberikan keuntungan baginya.

“Itu adalah proyek untuk saya dan ingin mengikutinya. Saya tidak tahu sampai kapan. Saya hanya merasa berkembang,” ujar Origi.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa golnya ke gawang Tottenham Hotspur punya makna spesial. Menurutnya, saat itu ia merasa sangat dekat dengan para suporter Liverpool.

“Saya merasa terkoneksi dengan suporter. Saya melihat wajah mereka dan itu perasaan yang sulit untuk dijabarkan,” tandasnya.