Buaksib.com – AS Roma berhasil taklukan wakil dari Finlandia HJK Helsinski di Liga Europa musim 2022/23, Jumat (16/9) dini hari WIB. Namun sang manajer, Jose Mourinho mengaku performa yang ditunjukan skuadnya tidak terlalu memuaskan.

Meski AS Roma Menang, Jose Mourinho Tidak Puas
Jose Mourinho 

Il Giallorossi berlaga menghadapi HJK Helsinki pada laga matchday kedua grup C Liga Europa. Bermain dihadapan publik sendiri, AS Roma sukses untuk meraih tiga poin penuh setelah menang dengan skor yang cukup besar, 3-0.

AS Roma Menang

Datang dengan penuh persiapan, tetapi klub berjuluk Klubi ini harus rela hanya bisa bermain hanya dengan 10 pemain saja dari babak pertama. Hal ini terjadi setelah sang bek Miro Tenho yang melakukan pelanggaran yang cukup keras kepada striker AS Roma, Andrea Belotti.

Mito Tenho sendiri terpaksa melakukan hal ini karena apabila terlepas maka Belotti kemungkinan besar akan mencetak gol.

Harus bermain dengan 10 pemain, manajer HJK Helsinki harus mengubah taktik yang ada. Hingga babak pertama berakhir, tim tamu mampu untuk membuat tuan rumah kesulitan untuk menembus lini pertahanan mereka.

Hingga akhirnya di babak kedua, Il Lupi bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka. Lewat aksi Paulo Dybala yang baru masuk pada babak kedua ini, AS Roma bisa mencetak gol pembukanya pada menit ke 47′.

Setelah gol pertama ini, AS Roma berusaha lebih keras untuk menggempur HJK Helsinki. Dengan waktu yang hanya terpaut dua menit, Lorenzo Pellegrini mampu untuk menambah keunggulan dengan mencetak gol di menit ke 49′.

Andrea Belotti yang diplot sebagai penyerang tengah tidak mau ketinggalan dengan aksi dua rekannya. Ia pun memperlebar jarak skor, saat mencetak gol di menit ke 68′ lewat aksinya yang menyambut assist dari Nicolo Zaniollo.

Raihan tiga poin di laga ini membawa AS Roma ke posisi ke tiga klasemen sementara grup C di Liga Europa musim 2022/23 ini. Dengan Real Betis yang menjadi pemuncak klasemen dengan total 6 poin dari 2 kali penampilannya.

Jose Mourinho Tidak Puas

Usai laga berakhir sang manajer mengungkapkan skuadnya tidak bisa menampilkan performanya. Meski mempunyai keunggulan dalam jumlah pemain namun dibabak pertama tim tidak mampu untuk mencetak gol.

“Kami terlalu pasif di babak pertama,” ujar The Special One dilansir dari Roma Press. “Kami bermain di sebelas lebih dari sepuluh tetapi Anda tidak bisa membedakannya.”

Baru dibabak kedua, setelah melakukan beberapa pergantian pemain. Il Lupi baru bisa mengeluarkan performa terbaiknya. Sang manajer juga menolak untuk menjadikan pertandingan ini sebagai suatu acuan.

“Di babak kedua kami mengubah sikap kami dan itu berjalan dengan baik. Kami mendorong diri kami sendiri untuk langsung mencetak satu atau dua gol dan kemudian kami memutuskan untuk terus menyerang. Menekan tinggi dan mempertahankan pola pikir ofensif,”

“Pertandingan ini tidak bisa menjadi acuan, karena kami bermain 11 lawan 10. Jelas Zaniolo penting bagi kami, dia memiliki kedalaman, dia bisa bermain dalam transisi defensif, dia menekan, dia mengambil alih pemainnya.”

“Tetapi saya menolak untuk mengatakan bahwa ini adalah pertandingan yang luar biasa, karena kami bermain dengan satu pemain lagi selama 70 menit, itu bukan pertandingan,” Tegasnya