Buaksib.com – Ada sedikit persamaan nasib antara tim asal Italia, Inter Milan, dengan tim asal Prancis, Lille. Mereka berdua sama-sama meraih juara liga namun kemudian langsung ditinggal oleh pelatih mereka masing-masing.

Kemenangan Inter Milan tak Lepas dari Peran Besar Antonio Conte
Antonio Conte, pelatih Inter Milan.

 

Lille dan Inter sendiri adalah dua dari sekian banyak kejutan yang hadir di musim 2020/2021 ini. Pandemi Covid19 yang merebak membuat kekuatan sepak bola menjadi berubah, tim-tim top bahkan kesulitan menjaga level mereka.

Akan tetapi, hal itulah yang kemudian berhasil dimanfaatkan oleh Lille dan Inter Milan. Mereka menjadi tim yang bermain paling kosisten di liga masing-masing dan layak meraih juara.

Namun sayang, pelatih dari kedua tim tersebut memilih untuk angkat kaki setelah juara. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Lille Ditinggal Christophe Galtier

 

Sosok penting dibalik keberhasilan Lille di musim ini adalah Christophe Galtier. Namun sayang, Galtier mengumumkan kepergiannya dari Lille hanya dua hari usai timnya meraih gelar juara.

Kemenangan mereka juga sangat dramatis. Mereka meraih juara musim ini dengan selisih poin hanya satu angka dari PSG. Sementara itu, juara baru ditentukan di pertandingan terakhir pekan ke-38.

“Saya hanya merasa bahwa masa saya di sini sudah selesai. Siklus empat tahun sudah cukup panjang bagi pelatih,” ucap Galtier.

Sebenarnya tidak ada masalah apapun, namun Galtier memilih angkat kaki karena sudah waktunya. Dia bisa pergi dengan tenang setelah timnya meraih gelar juara.

Inter Milan Berpisah dengan Antonio Conte

 

Kemudian, di ajang Serie A, Inter Milan terbukti menjadi tim yang berhasil tampil konsisten musim ini. Performa mereka memang tak bisa dibilang sempurna. Akan tetapi, mereka tahu cara untuk menang dengan perjuangan yang berat.

Mental juara ini berhasil diasah oleh sang pelatih yang dikenal keras. Antonio Conte sangat keras kepala dengan taktik monoton, namun terbukti bisa menjadi juara.

Conte berhasil membuat Inter Milan menghentikan dominasi Juventus selama sembilan tahun dalam perolehan gelar Serie A. Hal itu harus ada perubahan, pergantian tim yang juara sangat diperlukan agar kompetisi menjadi seru.

Antonio pergi usai mempersembahkan gelar pertama setelah 11 tahun dan Galtier pergi dengan meninggalkan gelar pertama Lille setelah 10 tahun.