Buaksib.com – Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 kembali ditunda. Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, mengkhawatirkan dampak dari ditundanya kompetisi ini kepada mental para pemainnya.

Pelatih Arema FC Ingin Liga 1 Digelar Sesegera Mungkin
Eduardo Almeida.

 

Pada awalnya, kompetisi kasta tertinggi Tanah Air tersebut akan kembali dimulai pada 20 Agustus yang akan datang. Akan tetapi, Senin (9/8/2021) kemarin, Menpora Zainudin Amali, mengumumkan jika kompetisi akan diputar pada 27 Agustus yang akan datang.

Keputusan ini diambil dengan tujuan kasus virus Corona di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan. Ditundanya kompetisi ini sendiri sebenarnya sudah terjadi selama beberapa kali.

Banyak peserta Liga 1 yang sudah biasa saja dengan kabar tak menyenangkan ini. Banyak pemain yang juga merasa pesimis dengan beberapa rencana yang sudah dibuat oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.

Liga 1 Ditunda, Mental Pemain Semakin Turun

Sang pelatih sebenarnya sangat ingin kompetisi bisa segera digelar. Pasalnya, gelaran akbar ini sudah ditunggu-tunggu oleh banyak orang.

Pelatih yang berasal dari Argentina tersebut juga yakin jika kini supporter bisa disiplin tetap dirumah. Sementara itu, tim yang bertanding juga bisa tetap menjaga protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Jika kompetisi Liga 1 terus ditunda, Almeida khawatir jika mental pemain akan semakin turun.

“Saya pikir semua pemain capek memikirkan kapan kompetisi akan dimulai. Karena mereka lama sekali tidak merasakan pertandingan yang kompetitif. Mereka sudah lapar ingin bertanding. Jika Liga 1 tidak dimulai saya prediksi mental pemain akan terus turun,” jelasnya.

Jika Liga 1 kembali berjalan, maka pemain juga bisa mendapatkan pemasukan. Selain itu, ada juga bonus kemenangan yang bisa digunakan untuk menghidupi keluarga.

“Pemain juga punya tanggung jawab di dalam keluarganya. Istilahnya mereka harus menghidangkan makanan di meja keluarga,” lanjutnya.

Belum lama ini, pemain sepak bola Tanah Air kompak mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Indonesia, Joko Widodo. Mereka ingin agar kompetisi bisa segera digelar karena itu sudah menjadi profesi dan sumber penghasilan mereka.