Buaksib.com – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, memberi peringatan kepada Juventus yang menurutnya sudah terbiasa meraih kemenangan. Eks pelatih Chelsea tersebut mengatakan jika timnya tak boleh lagi membuang-buang poin seperti saat berhadapan dengan Hellas Verona.

Maurizio Sarri: Juventus Kalah Karena Sudah Terbiasa Menang
Maurizio Sarri, pelatih Juventus.

 

Juventus sendiri berhadapan dengan Verona pada pertandingan pekan ke-23 Serie A 2019/2020 pada, Minggu (9/2/2020) dini hari WIB. Mereka datang dengan membawa kesempatan untuk memperlebar jarak dengan pesaing ketatnya Inter Milan yang kini duduk diperingkat kedua.

Tanda-tanda kemenangan sudah mulai terlihat dimenit ke-65 saat Cristiano Ronaldo berhasil mencetak gol. Namun sayang keunggulan tersebut tak mampu bertahan lama.

Hanya dalam waktu sepuluh menit, gawang Juventus kebobolan dua gol sekaligus lewat Fabio Borini dan Giampaolo Pazzini. Akhirnya, Si Nyonya Tua akhirnya harus pulang dengan tangan hampa karena kalah 2-1.

Juventus Sudah Biasa Menang

Meski kalah, namun mereka tetap bertahan sebagai pemuncak klasemen sementara Serie A. akan tetapi, perolehan poin mereka bisa saja disamai oleh Inter Milan yang baru akan berhadapan dengan AC Milan pada Senin, (10/2/2020) dini hari nanti.

Yang pasti, sang pelatih merasa kecewa dengan kekalahan kali ini. Mereka merasa jika masalah yang terjadi adalah karena Juventus terbiasa untuk menang. Maka dari itu, dia meminta agar anak asuhnya tak lagi mebuang poin begitu saja seperti pertandingan tadi.

“Tim ini sudah terbiasa untuk menang secara nyaman dalam beberapa tahun terakhir dan kami harus menanamkan ke benak kalau kami tidak bisa lagi membuang-buang poin,” ucap Sarri kepada DAZN.

“Harapannya kami akan belajar, karena kami telah sering berbicara soal itu. Ini sulit, karena tim berlatih dengan baik namun tak bisa mengeluarkan potensi penuhnya selama pertandingan. Kami harus mencari solusinya,” sambungnya.

Masalah Perkiraan Pemain

Maurizio Sarri menjadikan perasaan pemain menjadi PR utamanya. Hal ini karena menurtnya, fisik Paulo Dybala dan kawan-kawan tak bekerja maksimal kalau perasaannya sedang buruk.

“Pikiran adalah hal terpenting. Bila itu tidak terlibat, maka anda takkan benar secara taktik. Mirip dengan itu, jika benak tidak terlibat 100 persen, maka hal-hal fisik juga tidak akan mengikuti,” imbuhnya.

“Kami haris menyadari bahwa kemenangan tidak bisa diterima begitu saja. Kami harus bekerja lebih keras lagi, menjadi kotor kalau perlu dan tidak berleha-leha,” tandas Sarri.

PR itu pastinya harus segera diselesaikan sang pelatih sebelum Juventus bertandingan melawan AC Milan di Coppa Italia. Seperti yang kita ketahui, kedua raksasa Italia akan bertmeu pada leg pertama semi final pada Jumat (14/2/2020) esok.