Buaksib.com – Semua mata menyorot Matthijs de Ligt. Publik sepakat bahwa pemain Juventus tersebut merupakan biang kerok kekalahan timnas Belanda atas Republik Ceko. Kekalahan tersebut sekaligus membuat De Oranje gagal menggapai tiket ke perempat final Euro 2020.

De Ligt vs Czech
Matthijs De Ligt tertunduk lesu usai menerima kartu merah

 

Matthijs de Ligt merupakan salah satu pemain andalan Frank de Boer di ajang Euro 2020. Ia selalu dipercaya bermain penuh pada tiga dari empat laga yang dilakoni Belanda. De Oranje pun sebenarnya diunggulkan untuk bisa meraih kemenangan di babak 16 besar ini.

Namun kenyataan yang terjadi justru berkata sebaliknya. Belanda harus menelan pil pahit setelah secara mengejutkan ditekuk oleh Republik Ceko dua gol tanpa balas. Dua gol yang bersarang di gawang mereka dicetak oleh Tomas Holes dan Patrik Schick.

Kedua gol tersebut tercipta pada menit ke-68 dan 80 alias setelah Matthijs de Ligt diusir keluar lapangan. Bek berusia 21 tahun tersebut menerima kartu merah karena sengaja menahan bola menggunakan tangannya.

De Ligt Mengaku Salah

Jika menilik performa Belanda di babak pertama, besar kemungkinan De Oranje bisa memenangi laga andai De Ligt tak menerima kartu merah. Pasalnya, mereka kerap menebar ancaman berbahaya ke gawang Republik Ceko bahkan sejak awal pertandingan.

Tidak heran jika publik menjadikan De Ligt sebagai penyebab kekalahan timnas Belanda atas Republik Ceko. Sang bek pun menerima tudingan tersebut dengan lapang dada.

“Sudah jelas, rasanya sakit,” ujarnya kepada NOS TV setelah pertandingan berakhir.

“Pada dasarnya kami kalah karena apa yang telah saya lakukan,” sambungnya.

“Ketika melihat ke belakang, saya seharusnya tidak membiarkan bola memantul. Saya merasa bahwa kami memegang kendali permainan dan mendapatkan beberapa peluang, terutama di babak pertama.”

Satu kartu merah ternyata memang bisa membuat arah permainan berubah 180 derajat. Mantan pemain Ajax Amsterdam itu merasa bahwa Ceko sebenarnya tidak memberikan ancaman berarti sebelum dirinya diganjar kartu merah.

“Saya tidak merasakan sensasi kalau pemain Ceko menciptakan banyak peluang mencetak gol. Tapi sudah jelas kartu merah itu membuat perbedaan,” ujarnya lagi.

Selain perkara kartu merah, efektivitas lini serang timnas Belanda pun disoroti dan bahkan dianggap sebagai biang kerok lain atas kekalahan tersebut. Kendati memegang kendali permainan seperti yang diutarakan De Ligt, Belanda justru tak mampu menciptakan satu pun tembakan mengarah ke gawang. Secara keseluruhan, De Oranje melepaskan enam tembakan, berbanding jauh dari Republik Ceko yang melancarkan 12 tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran.

Tonton cuplikan pertandingannya di sini!