Buaksib.com – Eks striker tim nasional Italia, Antonio Cassano, mengatakan jika kedatangan Cristiano Ronaldo adalah sebuah masalah bagi Juventus. Pasalnya, Ronaldo hanya berperan sebagai pencetak gol. Bukan bermain untuk tim.

Bukan Messi, Cristiano Ronaldo Raih Penghargaan Golden Foot 2020
Cristiano Ronaldo.

 

Pemain Timnas Argentina tersebut menjadi pilar Juventus sejak didatangkan di tahun 2018 lalu. Si Nyonya Tua merogoh kocek sebesar 100 juta euro untuk mahar transfer sang penyerang dan haru megeluarkan 31 juta euro per tahun untuk gaji.

Di musim perdananya, Cristiano Ronaldo berhasil menyumbangkan 21 gol di ajang Serie A bersama Juventus. Di musim keduanya, dia berhasil mencetak 31 gol. Musim ini, hingga pekan ke-10, sang penyerang sudah mencetak delapan gol untuk Bianconeri.

CR7 akhirnya ikut mengantarkan Juventus untuk meraih gelar juara Serie A di dua musim pertamanya. Akan tetapi, ada satu hal yang belum dipersembahkan oleh Ronaldo. Hal itu adalah mengantar Juve meraih gelar Liga Champions.

Cristiano Ronaldo adalah Masalah

Dilihat diatas kertas, andil Ronaldo untuk Bianconeri sangatlah besar. Dia berhasil menjadi pencetak gol ulung sejak mendarat di Turin. Jumlah gol yang dicetaknya bahkan melebihi pemain Juve yang lain.

Akan tetapi, Cassano justru melihat sisi lain dari adanya Ronaldo di Juventus. Dia melihat jika hal itu adalah sebuah masalah.

“Ronalado adalah masalah bagi Juventus. Mereka tidak butuh Ronaldo untuk meraih scudetto, mereka membelinya untuk meraih gelar Liga Champions,” ucap Cassano dilansir dari Ronaldo.com.

“Bagi saya, Ronaldo adalah masalah bagi banyak pelatih, secara taktis. Bersama Ronaldo, Anda memulai laga dengan skor 1-0, tapi dia hanya bermain untuk mencetak gol,” jelas mantan pemain AS Roma tersebut.

“Ronaldo bukan Messi yang bermain untuk membuat tim menjadi bagus,” tambahnya.

Lalu, Cassano memberikan contoh pada kasus Maurizio Sarri. Cassano mengatakan jika Sarri kesulitan mendapatkan taktik yang pas untuk Juventus. Pasalnya, sang pelatih harus menyesuaikan rencana bermainnya dengan sang bintang. Maka dari itu, performa Juve menjadi tidak maksimal.

“Antara Cristiano Ronaldo, Robert Lewandowski, dan Karim Benzema, saya mengambil dua yang terakhir untuk membuat penyerang tengah yang saya mainkan di tim,” imbuh Cassano.

“Ronaldo mencetak 30 sampai 40 gol. Kita angkat topi untuk capaian itu, tetapi dalam hal tim: bersama Sarri, dia mengalami kesulitan, dia tidak bermain yang tersirat, dia bermain dalam hal gol,” tandasnya.