Buaksib.com – Barcelona sedang dalam masa tersulitnya saat ini. Bukan hanya karena masalah keuangan yang tidak stabil karena banyak terlilit hutang, kali ini pihak internal klub sekali lagi terkena dampak negatif eks presiden sebelumnya, Josep Maria Bartomeu.

Barcelona sedang dalam masa tersulitnya saat ini, bukan hanya karena masalah keuangan namun adanya masalah baru dari presiden sebelumnya, Josep Maria Bartomeu
Josep Maria Bartomeu

Mantan presiden Barcelona ke-40 ini memang meninggalkan banyak permasalahan di klub yang ditinggalkannya. Alhasil, Bartomeu mundur dari kursi kepemimpinan setelah mendapat banyak protes dari para fans.

Saat ini klub asal Catalan itu sedang dipimpin oleh seorang caretaker sepeninggal Bartomeu. Dia adalah Carlos Tusquets, dia dipilih untuk mengisi kekosongan sementara kursi presiden hingga pemilihan dilaksanakan pada Maret tahun ini.

Masalah-Masalah Bartomeu

Bartomeu menduduki kursi presiden Barcelona dari Januari 2014 hingga mundur pada Oktober 2020 lalu. Mantan presiden Blaugrana itu sebelumnya menggantikan presiden sebelumnya, Sandro Rosell. Rosell harus mundur dari posisi tertinggi klub karena terlibat masalah dan harus dipenjara. Dia terkena masalah pencucian uang sehingga harus masuk penjara.

Sepeninggal Rosell, Bartomeu yang sebelumnya merupakan wakil presidennya, naik tahta menjadi presiden klub. Masa-masa kepemimpinan Bartomeu tidak membawa dampak yang baik pada klub yang dipimpinnya.

Baru-baru ini sang mantan presiden ditangkap oleh kepolisian Catalan pada Senin (1/3). Ia dituduh telah terlibat dalam skandal Barcagate dan pencucian uang. Barcagate sendiri adalah proses penyelidikan kasus kampanye kotor Bartomeu yang dilakukan kepada pemain dan eks pemain yang selalu mengkritisi klub.

Selain itu dalam bidang prestasi, sang mantan presiden dalam tahun-tahun terakhirnya selalu gagal meraih titel. Dalam kompetisi La Liga, Barcelona hanya mampu meraih posisi runner up pada musim lalu. Sedangkan pada kompetisi Liga Champions, Barcelona selalu tampil tidak maksimal. Puncaknya pada musim lalu, mereka kalah 8-2 dari Bayern Munchen.

Dari masalah-masalah transfer pemain, sang mantan presiden terkenal membeli pemain mahal yang belum tentu cocok untuk klub. Dia hanya mementingkan bisnis daripada prestasi. Pria berusia 58 tahun itu sukses merubah Barcelona yang dahulu tampil garang dan selalu menuai prestasi menjadi klub yang gagal.

Barcelona Dalam Proses

Puncak dari semuanya adalah protes dari sang kapten, Lionel Messi. Mega bintang asal Argentina itu mendesak pihak internal klub agar membiarkan sang pemain dapat melakukan negosiasi dengan klub lain.

Messi membocorkan ke publik bahwa dirinya tak kerasan lagi di Camp Nou karena dia merasa bahwa klub tidak punya misi dan proyek jangka panjang. Alhasil sang pemain belum memperbaharui kontraknya lagi dan akan habis pada akhir musim ini.

Alhasil, Bartomeu memilih mundur dari kursi kepresidennya dan diikuti oleh Eric Abidal yang sebelumnya mengisi sebagai Direktur Olahraga. Mundurnya eks presiden klub Catalan ini tidak serta merta menyelesaikan masalah namun ini langkah yang sempurna untuk perubahan yang lebih baik.

Kini Barcelona sedang dalam proses perubahan dalam pihak internal klub. Dengan pemilihan yang akan dilakukan pada bulan Maret ini, dipercaya para kandidat presiden akan membuat visi-misi yang baik untuk membuat klub bertransformasi menjadi seperti semula.