Buaksib.com – Setelah resmi menjadi punggawa Arsenal, Martin Odegaard mengungkapkan kisah sulitnya ketika menjalani karir bersama klub lamanya, Real Madrid. Selain kesulitan mendapatkan jam bermain, Odegaard ternyata juga merasa kesulitan untuk mendapatkan seorang teman.

Martin Odegaard Ungkap Sulitnya Berteman Di Real Madrid
Martin Odegaard

Pada tahun 2015 lalu Real Madrid mendapatkan jasa Martin Odegaard dari klub lokal Norwegia, Stromsgodset. Meski masih berusia 16 tahun, Odegaard sudah menarik perhatian dengan potensi yang dimilikinya. Bahkan sang gelandang muda dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pemain bintang di masa depan.

Bergabung dengan tim yang bertabur bintang ternyata membuat Odegaard kesulitan untuk mendapatkan jam bermain. Sampai pada akhirnya dia dipinjamkan ke beberapa klub seperti Heerenveen, Vitesse, Real Sociedad, hingga yang terbaru Arsenal.

Selama paruh musim 2020/2021 kemarin, sang gelandang menjalani status pinjaman bersama Arsenal. Begitu bursa musim panas 2021 kemarin dibuka, pemain 22 tahun ini menjadi keluarga besar The Gunners secara permanen.

Martin Odegaard Alami Masa-Masa Sulit

Sebagai pemain muda, keputusan Martin Odegaard untuk meninggalkan Real Madrid terbilang sebuah langkah yang sangat berani. Terlebih lagi dia memilih bergabung dengan Arsenal yang selama dua musim terakhir ini tengah mengalami masa yang cukup sulit. Meski demikian, pemain asal Norwegia ini mengaku pengalamannya bergabung di Real Madrid dengan banyak pemain bintang membuatnya lebih kuat.

“Ada banyak masa-masa sulit yang saya alami, baik ketika bersama tim utama maupun bersama tim kedua (Real Madrid Castilla),” buka Odegaard kepada TV2 yang dikutip dari Marca.

“Akan tetapi berada di sekitar para pemain bintang membuat saya semakin kuat. Saya tumbuh seperti saat ini berkat Real Madrid dan saya bisa belajar dari para pemain seperti Sergio Ramos dan juga Cristiano Ronaldo,” imbuhnya.

Tidak Mudah Mendapatkan Teman

Selain itu, Odegaard mengisahkan kesulitannya untuk beradaptasi di Real Madrid. Saat itu dia bahkan tidak mudah hanya untuk sekedar mencari teman baru. Penyebabnya adalah karena dia masih menjadi pemain muda diantara para pemain top. Selain itu dia juga berasal dari liga lain yang berbeda.

“Ketika anda berada dalam sebuah level tertinggi, tidak mudah bagi anda untuk menjalin sebuah pertemanan atau semacamnya. Terutama jika anda masih muda dan berasal dari luar,” lanjut Odegaard.

“Saat itu saya berasal dari kultur ruang ganti yang tentunya sangat berbeda, dan tentu tidak mudah untuk menyesuaikan diri dengan ruang ganti seperti yang ada di Madrid.”

Meski demikian, Odegaard mengungkapkan jika dirinya masih sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan berharga bisa bergabung dengan klub elit sekelas Real Madrid di usia yang masih muda. Pengalaman berharga ini bisa membuatnya semakin kuat di masa depan.

“Memang masa-masa itu cukup sulit untuk saya, tetapi masa itu membuat saya menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan saya senang bisa memiliki pengalaman berharga itu,” tegasnya.

Kini sang pemain sudah merasakan atmosfer yang sangat berbeda di ruang ganti Arsenal. Odegaard terlihat mudah beradaptasi dan lebih nyaman ketika bergabung dengan keluarga barunya ini.