Buaksib.com – Ada sedikit kejadian yang menjadi perhatian saat Persija Jakarta berhadapan dengan PSM Makassar di babak semifinal Piala Menpora 2021, yakni Marko Simic. Penyerang andalan Macan Kemayoran tersebut terlihat ngedumel setelah pertandingan berakhir.

Marko Simic Marah-Marah Usai Laga Kontra PSM, Ini Sebabnya!
Marko Simic sedang bersitegang dengan Andritany Ardhiyasa.

 

Tidak hanya ngedumel, penyerang dari Kroasia tersebut juga terlihat berdebat dengan kiper Persija, Andritany Ardhiyasa. Banyak yang mengira jika Simic marah karena digantikan oleh Alfriyanto Nico di menit-menit terakhir.

Perihal kejadian tersebut, pelatih Persija Jakarta, Sudirman, mencoba untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Dia mengatakan jika kejadian ini adalah hal yang wajar di dunia sepakbola.

“Pada saat ditarik keluar, Marko Simic memang sempat beradu argumen dengan salah satu asisten pelatih Persija. Argumen yang terjadi pun terkait dengan kondisi teknis permainan di lapangan,” tutur Sudirman, Jumat (16/4/2021).

“Menurut saya, itu hal yang biasa saja terjadi dalam tim sepak bola, dalam pertandingan. Tensi tinggi pertandingan membuat sisi emosional para penggawa tim jadi terbawa,” lanjut Sudirman.

Masalah Marko Simic Sudah Selesai

Sudirman juga mengatakan jika permasalahan ini sudah diselesaikan dengan baik antara keduanya. Pada saat ini, timnya akan fokus kepada pertandingan leg kedua yang akan digelar pada 18 April yang akan datang. Laga tersebut akan dihelat di Stadion Manahan, Solo.

“Andritany sebagai kapten, dalam video yang beredar memang terlihat beradu argumen dengan Simic. Namun yang sebenarnya terjadi, dia sedang menenangkan kedua pihak yang sebelumnya berselisih paham,” jelas sang pelatih.

“Dan semuanya sudah kami selesaikan di ruang ganti. Tak ada yang harus diperpanjang. Yang terpenting saat ini adalah kami harus segera melupakan semua yang terjadi di laga leg pertama, dan fokus untuk memenangkan pertandingan semifinal kedua di Solo nanti,” tambahnya.

Marko Simic sendiri tidak mencetak gol pada pertandingan kontra PSM Makassar tersebut. Dia tidak bisa mencetak gol lewat peluang-peluang yang didapat. Sang pelatih juga memaklumi jika sang penyerang tidak bisa mencetak gol ke gawang PSM.

“Ya memang kami tidak bisa konversi gol, walaupun ada beberapa peluang,” kata Sudirman.

“Saya pikir pertahanan dari PSM sangat kokoh. Mereka bermain dengan sangat fanatisme, sangat ngotot sekali sehingga peluang-peluang yang kami dapatkan tidak berhasil kami konversi menjadi gol.” Pujinya.