Buaksib.com – Manajer Leeds United, Marcelo Bielsa dikenal sebagai salah satu manajer terbaik di dunia. Namun, tolok ukurnya bukanlah berapa banyak trofi yang telah ia raih melainkan filosofi bermain dan gagasan liar yang tak pernah habis ketika menangani sebuah tim.

Marcelo Bielsa
Marcelo Bielsa

 

Sepak terjang Bielsa di kancah sepakbola Eropa pun membuat banyak pelatih top turut memuji kualitasnya. Bahkan, Pep Guardiola yang merupakan salah satu pelatih tersukses di dunia pun diketahui menaruh respek yang begitu tinggi kepada Bielsa.

Guardiola diketahui pernah belajar banyak dari Bielsa, yang kemudian ia terapkan pada karir kepelatihannya, mulai dari Barcelona, Bayern Munchen, dan kini Manchester City. Oleh sebab itu, Marcelo Bielsa beberapa kali disebut sebagai guru atau mentor tak resmi bagi Pep Guardiola. Bahkan, tak jarang orang menilai bahwa Bielsa memiliki kualitas lebih baik ketimbang Guardiola. Kendati demikian, pendapat tersebut justru dibantah oleh pelatih berusia 65 tahun tersebut.

Bantahan Marcelo Bielsa

Marcelo Bielsa akhirnya angkat suara terkait pemberitaan tersebut jelang laga antara Leeds United kontra Manchester City di akhir pekan ini. Dia menegaskan bahwa saat ini Pep Guardiola dan timnya sedang menunjukkan salah satu permainan terbaik di Eropa. Oleh karena itu, ia sama sekali tak merasa pernah menjadi guru atau mentor bagi Pep. Bielsa meyakini bahwa kesuksesan yang diraih Pep adalah karena gagasan-gagasan murninya sendiri.

“Saya tidak merasa sebagai mentor untuk Guardiola, ada bukti bahwa kasusnya bukan begitu. Jika ada pelatih yang independen dalam gagasannya, Guardiola-lah orangnya,” ujar Bielsa kepada Sky Sports.

“Ini bukan hanya karena saya mengatakannya, ini karena timnya bermain tidak seperti tim-tim lain.”

Menurut Marcelo Bielsa, salah satu kemampuan terbaik Pep Guardiola terletak pada daya imajinasinya. Pelatih asal Spanyol tersebut memang memiliki gaya bermain yang khas, tapi selalu ada perubahan di beberapa sektor untuk menyesuaikan dengan strategi lawan.

“Pertama-tama, dia imajinatif. Dia bisa secara instan membentuk solusi untuk masalah-masalah yang dia jumpai, dan dia bisa mengimplementasikan gagasannya,” sambung Bielsa.

“Ketika Anda memuji orang lain, penting menjelaskan alasannya. Kita memandang sepakbola dengan cara-cara imajinatif dan Guardiola membayangkn sepakbola dalam kebebasan mencari solusi dalam permainan,” tandas Marceloa Bielsa.