Buaksib.comManchester United tengah berupaya untuk memperkuat lini tengah tim mereka dengan membidik beberapa gelandang top. Salah satu pemain yang masuk ke dalam radar transfer mereka ialah gelandang Chelsea, N’Golo Kante.

Kante
N’Golo Kante

 

Salah satu sektor yang menjadi perhatian Erik Ten Hag di bursa transfer mendatang ialah lini tengah. Pasalnya ada beberapa pemain yang akan meninggalkan Old Trafford. Juan Mata, Nemanja Matic, dan Paul Pogba akan meninggalkan klub karena kontrak mereka tidak diperpanjang.

Situasi tersebut membuat Manchester United berpotensi mengalami krisis gelandang. Oleh karena itu, mereka mulai memetakan beberapa nama yang akan coba digaet di musim panas nanti. Ada nama Frenkie De Jong (Barcelona) dan N’Golo Kante (Chelsea) yang disebut sebagai buruan utama Setan Merah.

Manchester United Inginkan Kante

The Guardian mengklaim bahwa N’Golo Kante menjadi salah satu pemain yang diincar oleh Manchester United. Kubu Setan Merah akan berupaya mendatangkan pemain asal Prancis itu di bursa transfer musim panas mendatang.

Masuknya nama pemain berusia 31 tahun itu ke dalam daftar belanja MU sangat beralasan. Sang gelandang tampil impresif selama memperkuat Chelsea dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, Ten Hag menilai eks pemain Leicester City itu akan menjadi tambahan amunisi yang bagus untuk skuatnya.

Kontrak Kante bersama Chelsea hanya tersisa satu tahun lagi. Kendati kerap mengalami cedera, MU nampaknya tetap berambisi untuk merekrutnya.

Sayangnya, harapan Manchester United untuk mewujudkan transfer ini terbilang kecil. Sebab, sang gelandang masih masuk ke dalam rencana Thomas Tuchel di musim depan. Manajer asal Jerman itu menilai Kante sebagai salah satu pemain penting di skuatnya.

Pemain bernomor punggung tujuh itu memang kerap cedera, tapi ketika kondisinya fit ia merupakan salah satu gelandang terbaik di Premier League. Tuchel pun menyayangkan sang pemain yang cukup rentan mengalami cedera di musim 2021/22 lalu.

“Saya pikir dia adalah pemain kunci kami. Tapi pemain kunci harus berada di lapangan. Dia hanya memainkan 40% dari pertandingan di musim ini. Jadi mungkin keajaiban bahwa kami bisa finish di peringkat ketiga,” ungkap Tuchel.