Buaksib.comManchester City kembali gagal mencapai panggung tertinggi kompetisi Eropa. Jawara Premier League itu harus tersingkir di semifinal setelah kalah dari Real Madrid. Sebagai juru taktik, Pep Guardiola turut disemprot atas kegagalan ini.

Pep Guardiola Manchester City
Pep Guardiola

 

Manchester City sebenarnya dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar juara Liga Champions musim ini. Kekuatan yang dimiliki oleh klub berjuluk The Citizens itu dinilai luar biasa dan menjadi salah satu yang terbaik di Eropa.

Sayangnya, mentalitas para pemain City masih menjadi masalah. Pada leg pertama mereka menang 4-3 dari Real Madrid di Etihad Stadium. Mereka juga berhasil unggul 1-0 pada leg kedua hingga menit ke-89. Tapi gawang mereka kebobolan dua gol hanya dalam kurun waktu dua menit.

Kegagalan Manchester City ini disebabkan oleh banyak faktor. Pep Guardiola pun tidak lepas menjadi salah satu dari faktor-faktor tersebut.

Pep Guardiola Salah Taktik

Analis Premier League, Simon Jordan turut mengamati kegagalan Manchester City itu. Menurutnya, kegagalan di musim ini lebih sulit diterima karena seharusnya mereka ada di posisi bagus untuk menjadi juara.

“Man City mungkin adalah tim terbaik di Eropa. Jadi, sungguh mengherankan melihat mereka harus berada di situasi bahwa mereka tidak bisa menjuarai turnamen ini [UCL],” ujar Jordan di talkSPORT.

“Tahun lalu mereka kalah karena kesalahan taktis dan salah penilaian tentang cara bermain lawan, Chelsea. Tahun-tahun sebelumnya mereka kalah karena sedikit kurang beruntung.”

Di antara beberapa kegagalan City, Jordan menilai bahwa kegagalan di tangan Real Madrid kemarin menjadi yang terburuk. Menurutnya, Pep Guardiola bertanggung jawab dalam kesalahan manajemen pertandingan.

“Kekalahan mereka dari Real Madrid mungkin jadi yang terburuk. Sebab situasi berada di tangan mereka sampai 180 atau 190 menit. Setiap kali, tampaknya manajemen pertandingan atau kemampuan untuk melewati rintangan justru hilang dari tim mereka. Dan ini pasti karena pemikiran pelatih,” tutup Jordan.

Pep Guardiola tentu merasa kecewa dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Padahal, di musim ini ia berpeluang untuk mengawinkan gelar juara Premier League dengan Liga Champions.