Buaksib.com – Manchester City diketahui telah menghabiskan banyak uang dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat lini pertahanan mereka. Namun, pada laga melawan Leicester City kemarin, harga mahal deretan bek The Citizens justru dibayar dengan gelontoran lima gol ke gawang mereka.

Manchester City, Pep Guardiola
Ekspresi kekecewaan Pep Guardiola pada laga kontra Leicester City

 

Manchester City menjamu Leicester City di Etihad Stadium pada pekan ketiga Premier League musim 2020/21, Senin (28/09) dini hari WIB. Pada laga tersebut, skuat besutan Pep Guardiola justru kalah telak dengan skor 2-5 dari tamunya.

The Citizens sebenarnya sempat ungguk cepat di menit ke-4 melalui aksi Riyad Mahrez. Namun, mereka justru kebobolan empat gol beruntun. Jamie Vardy mencetak hattrick sementara satu gol lain dicetak oleh James Maddison.

Nathan Ake sempat menghidupkan asa tim tuan rumah melalui golnya di menit ke-84. Namun, Youri Tielemans menutup perlawanan Manchester City lewat golnya di menit ke-88. Skor 2-5 untuk kemenangan The Foxes pun mengiringi langkah lesu Kevin De Bruyne dkk ke ruang ganti.

Kritik Pedas Micah Richards untuk Manchester City

Mantan pemain Manchester City, Micah Richards, memberikan kritik kepada pasukan Pep Guardiola. Secara khusus, ia menilai pertahanan The Citizens tampil sangat buruk pada laga itu. Padahal, mereka sebenarnya punya kualitas dan dibeli dengan harga yang mahal.

“Anda tidak bisa mengatakan mereka tidak cukup bagus,” ujar Richards kepada Sky Sports seperti dikutip Goal Internasional.

“Masalahnya adalah, 50 juta Pounds untuk Benjamin Mendy, 50 juta Pounds untuk Kyle Walker, 50 juta Pounds untuk John Stones, 60 juta Pounds untuk Joao Cancelo. Sekarang Ruben Dias, 55 juta Pounds lainnya yang dibicarakan.”

“Jika Anda membayar 50 juta Pounds untuk bek, Anda harus bertahan lebih baik dari itu,” tambahnya.

Tanpa menghitung Ruben Dias yang belum mendarat di Etihad Stadium, total Manchester City telah menghabiskan 210 juta Pounds dari nama-nama yang disebut Micah Richards. Nominal tersebut setara dengan 4 triliun rupiah berdasarkan kurs saat ini.

Lebih lanjut, Micah Richards menilai pemain belakang Manchester City cenderung reaktif. Mereka tidak proaktif dalam bertahan. Tidak sampai di situ saja, dia juga mengkritik gelandang bertahan, Rodri.

“Man City telah menjadi tim yang berbasis penguasaan bola. Semua orang berbicara tentang Rodri dan penyelesaian operannya, tetapi bola yang dia mainkan berada lima yard di depan, ke samping.”

“Begitu Fernandinho keluar dari lapangan, saya tahu itu akan terjadi tanpa perlindungan. Rodri tidak membaca bahaya seperti Fernandinho dan mereka diekspos. Pertahanannya berantakan, kebobolan lima gol di sini, memalukan. Terlalu lemah!” tutup Richards.