Buaksib.com – Chelsea menutup perjalanan mereka di Premier League musim ini dengan kekalahan. Ini menjadi modal yang kurang bagus untuk menghadapi Manchester City di partai final Liga Champions, Minggu (30/05) dini hari WIB mendatang.

Tuchel Chelsea UCL
Thomas Tuchel

 

Lawan Chelsea pada pekan ke-38 Premier League kemarin adalah Aston Villa yang menempati posisi ke-11 di papan klasemen. Di atas kertas, seharusnya anak asuh Thomas Tuchel mampu keluar sebagai pemenang pada pertandingan tersebut. Tapi, pada kenyataannya mereka harus bertekuk lutut di kandang lawan.

Gawang Chelsea dibobol dua kali lewat aksi Bertrand Traore dan Anwar El Ghazi. Chelsea hanya mampu membalas satu gol melalui Ben Chilwell.

Kekalahan 1-2 di markas Aston Villa itu nyaris membuat mereka gagal mendapat tiket ke Liga Champions musim depan. Beruntung pesaing terdekat mereka, Leicester City menelan kekalahan ketika berjumpa Tottenham Hotspur. Dengan demikian, anak asuh Thomas Tuchel tetap berada di posisi keempat klasemen akhir Premier League musim ini.

Keyakinan Thomas Tuchel Pada Para Pemain Chelsea

Chelsea mencapai partai final Liga Champions 2020/21 setelah menyingkirkan Real Madrid di semifinal. Mereka akan bertemu dengan Manchester City di partai puncak, tim yang sudah dua kali mereka taklukan sejak era Thomas Tuchel.

Apakah Chelsea mampu mengalahkan City untuk yang ketiga kalinya? Thomas Tuchel pun memiliki optimisme yang cukup tinggi mengenai kans timnya bisa kembali menekuk The Citizens.

“Hal baiknya adalah kami sudah pernah melakukannya. Kami memainkan tim yang benar-benar sama dan juga dalam situasi serupa, dalam jarak waktu singkat,” ucap Tuchel kepada awak media, dikutip Goal International.

Berbeda dengan fase gugur sebelumnya, partai final hanya akan digelar satu kali. Oleh sebab itu, sebuah tim tidak hanya bergantung pada kualitas pemain dan pelatih, melainkan juga keberpihakan ‘Dewi Fortuna’ alias keberuntungan.

“Ini adalah titik untuk melanjutkan serta percaya. Semuanya sangat mungkin terjadi di partai final. Tentu saja, semuanya mungkin terjadi dari segala arah. Kami ingin mendongkrak keberuntungan serta takdir dan laga ini akan berada di pihak kami,” lanjutnya.

Thomas Tuchel kemudian melempar pujian kepada calon lawannya, Pep Guardiola. Ia menyebut bahwa Manchester City kini menjelma menjadi salah satu kekuatan yang ditakuti di Eropa. Kendati demikian, ia mengaku tidak gentar dan menganggap ini sebagai kesempatan untuk memangkas gap dengan sang rival.

“Ini adalah City dengan Pep di sisinya. Jadi mungkin mereka adalah tim terbaik di Eropa saat ini, bahkan mungkin dunia. Lagi-lagi, kami harus memangkas jarak ini selama 90 menit,” tandasnya.