Buaksib.com Rahmad Darmawan, pelatih Madura United mendukung rencana kelanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2020. Pelatih yang biasa dipanggil RD tersebut ingin agar liga 1 musim ini kembali digelar dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan.

Madura United Libur, Rahmad Darmawan Tinggalkan Pesan
Rahmad Darmawan, pelatih Madura United.

 

Akan tetapi, ternyata sikap yang diambil RD berbeda dengan yang diinginkan oleh manajemen Madura United yang tak ingin kompetisi kembali dilanjutkan. Alasan mereka adalah karena masalah kesehatan para pemain.

Rahmad Darmawan sendiri menganggap jika perbedaan sikap dengan manajemen adalah suatu hal yang wajar. Dia sangat menghormati jika Direktur Madura United punya sikap yang berbeda dengannya terkait kelanjutan kompetisi.

“Yang pasti adalah hal yang wajar kalau ada satu perbedaan pendapat karena saya bisa mengerti kondisi Madura,” ucap RD dalam jumpa pers via virtual APSSI, Kamis (4/6/2020) malam.

“Kemudian pak Haruna memberikan satu statement demikian kita sangat menghormati,” tambah eks arsitek Sriwijaya FC tersebut.

Penjelasan Pelatih Madura United

RD kemudian mengatakan tentang sikapnya untuk mendukung kelanjutan kompetisi karenan kedudukan dia dari jabatannya di PSSI. Dia adalah komite eksekutif sekaligus anggota Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI).

“Sebagai salah satu dari exco dan anggota APSSI, tentu saya juga harus merespons dan menangkap keinginan para pelatih lain untuk disampaikan,” bebernya.

“Inilah output yang saya berikan setelah kita mendengar dari teman-teman pelatih, kemudian saya meneruskan melalui APSSI kepada PSSI,” tukasnya.

Kemudian Rahmad Darmawan juga dengan tegas mengatakan jika tak ada masalah untuk perbedaan pendapat dengan manajemen klub Madura United. RD mengatakan, perbedaan pendapat dan juga pandangan di sebuah klub adalah hal yang wajar dan sudah sering terjadi.

Seperti yang kita ketahui, PSSI sudah merencanakan untuk kembali melanjutkan Shopee Liga 1 musim 2020 yang sempat terhenti. Penghentian kompetisi sendiri tak lepas karena pandemi virus Corona yang merebak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Pihak penyelenggara sendiri merencanakan jika kompetisi akan kembali bergulir pada bulan September yang akan datang. Namun, dengan catatan tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.