Buaksib.com – Penyerang Real Madrid, Luka Jovic, baru-baru ini menjadi pembicaraan hangat di beberapa media. Kabarnya, penyerang berkebangsaan Serbia tersebut telah melanggar aturan isolasi diri untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.

Penyerang Real Madrid berkebangsaan Serbia, Luka Jovic dikabarkan telah melanggar aturan isolasi diri untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.
Luka Jovic

Jovic diyakini telah melanggar aturan karantina dengan mengunjungi rumah kerabatnya tanpa seizin pihak pemerintahan setempat. Alasannya bepergian juga dianggap tidak terlalu penting. Atas pelanggaran yang ia lakukan, Jovic terancam hukuman penjara atau denda yang cukup berat.

Menabrak Aturan Ketat

Kamis (19/3) kemarin, Luka Jovic dikabarkan pergi meninggalkan Spanyol untuk pulang ke negara asalnya, Serbia. Padahal, saat itu manajemen Real Madrid menghimbau para pemainnya untuk mengisolasi diri di rumah mereka masing-masing.

Sontak, kepergian Jovic tersebut memancing perdebatan publik. Banyak orang yang mengkritik keputusan Luka Jovic dan menganggapnya melanggar aturan karantina dari klub. Sejumlah media di Serbia pun turut mengecam tindakan pemain 22 tahun tersebut yang memutuskan untuk bepergian di tengah wabah covid-19.

Luka Jovic sendiri diketahui pergi meninggalkan rumahnya di Madrid untuk terbang ke Beogard, Serbia. Ia mengaku pulang ke negaranya hanya untuk mengunjungi dan merayakan pesta ulang tahun kekasihnya beberapa waktu lalu.

Namun, hal tersebut dianggap sebagai pelanggaran berat oleh pemerintah Serbia. Pasalnya, Serbia tengah menerapkan peraturan ketat terkait warga yang datang dari negara-negara yang cukup parah terpapar virus Covid-19, termasuk Spanyol. Selain itu, Jovic juga dianggap mengabaikan prosedur keselamatan publik karena bepergian di area publik tanpa seizin pemerintah setempat.

Menteri Dalam Negeri Serbia, Nebosja Stefanovic, tampak geram mendengar kabar tersebut. Dalam sebuah wawancara di televisi, ia mengungkapkan kekesalannya dan mengaku akan mengajukan laporan kriminal terhadap Jovic karena melakukan pelanggaran berat.

Atas aksinya tersebut, Luka Jovic terancam hukuman penjara maksimal 3 tahun. Namun, jika dalam proses pemeriksaan kesehatan ia positif mengidap virus Covid-19, Jovic akan dihukum maksimal 8 tahun penjara. Selain itu, pemain Real Madrid tersebut akan dibebani dengan denda yang cukup berat jika terbukti bersalah.

Pembelaan Diri

Tak lama setelah kabar tentang dirinya tersebar luas di berbagai media, Jovic menyatakan pendapatnya. Menurutnya, ia tak melakukan pelanggaran berat terkait prosedur kesehatan dan keselamatan publik di Serbia. Jovic mengaku telah mendapat izin dari pihak Real Madrid untuk pulang ke kampung halamannya dan berkumpul dengan keluarga.

Selama seminggu terakhir di Madrid, Luka Jovic mengaku telah mengisolasi dirinya di rumah sesuai arahan manajemen klub. Selain itu, ia juga telah menjalani tes kesehatan di sana dan dinyatakan negatif virus Covid-19.

Begitu pula saat dirinya tiba di Serbia. Mantan penyerang Eintracht Frankfurt ini kembali menjalani tes kesehatan dan kembali dinyatakan negatif virus Covid-19.

Jovic justru menyalahkan pihak pemerintah Serbia yang dinilai tidak profesional. Ia mengaku sama sekali tidak mendapat sosialisasi dan instruksi untuk tidak keluar dari rumahnya.

Permintaan Maaf Luka Jovic

Meski begitu, Luka Jovic meminta maaf atas tindakannya yang cukup meresahkan warga setempat. Ia juga meminta maaf karena telah memancing amarah dan menarik perhatian yang seharusnya tidak terjadi.

Jovic berharap perkara hukum ini dapat segera selesai. Selain itu, ia juga berharap wabah Covid-19 bisa secepatnya berlalu sehingga kehidupan di dunia dapat kembali berjalan normal.