Buaksib.com – Gelandang asal Spanyol, Ander Herrera menyebut ada kemiripan antara pelatihnya saat ini di Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel dengan eks pelatihnya di Manchester United, Louis Van Gaal. Pemain berusia 30 tahun itu menyebut ada kesamaan gaya latihan yang diusung oleh dua pelatih beda generasi tersebut.

Lihat Thomas Tuchel, Ander Herrera Teringat Van Gaal
Ander Herrera

 

Ander Herrera mendarat di Manchester United pada musim panas 2014 silam. Sosok yang merekrutnya kala itu adalah pelatih asal Belanda, Louis Van Gaal. Ia diikat dengan kontrak berdurasi empat tahun bersama oleh Setan Merah.

Pada akhirnya, Louis Van Gaal harus kehilangan pekerjaannya. Pihak Manchester United memutuskan untuk menghentikan kerja sama usai sederet hasil buruk yang diperoleh oleh Setan Merah. Kendati demikian, Ander Herrera masih bertahan di Old Trafford.

Selama di era Van Gaal, Herrera kesulitan untuk mendapatkan kesempatan bermain secara reguler. Namun, ia masih tetap bisa mencatatkan 70 penampilan di semua kompetisi.

Ander Herrera Akui Ada Kemiripan

Ander Herrera lantas memutuskan untuk meninggalkan Manchester United pada musim panas 2019 kemarin. Mantan pemain Athletic Bilbao tersebut lantas bergabung dengan raksasa Ligue 1, Paris Saint-Germain.

Ander Herrera mengakui bahwa pelatihnya saat ini di Paris Saint-Germain, yakni Thomas Tuchel lebih menyukai gaya latihan pragmatis yang sama seperti Louis Van Gaal. Gaya melatih keduanya jauh dari filosofi yang biasa ia gunakan ketika bermain untuk Marcelo Bielsa di Athletic Bilbao sebelum pindah ke Manchester United.

“Secara garis besar, ia membuat saya berpikir tentang Louis Van Gaal. Ia suka sepakbola yang diatur oleh posisi,” kata Herrera tentang Tuchel saat wawancara dengan Stadio TV.

“Ia tidak ada hubungannya, misalnya, dengan Marcelo Bielsa, seorang pelatih yang menyukai bermain menyerang, tetapi yang mencari sepakbola dalam gerakan terus menerus, di mana Anda harus melanggar garis, ambil bola sendiri.”

Ander Herrera ikut mengantarkan Paris Saint-Germain melaju ke babak perempat final Liga Champions musim ini. Mereka mendapatkan tiket tersebut setelah memenangkan duel dengan Borussia Dortmund. Pada leg pertama, Dortmund menang 2-1 namun pada leg kedua, Paris Saint-Germain sukses menekuk Die Borussen 2-0.

Ander Herrera lantas mengatakan bahwa ekspektasi yang dibebankan ke pundak para pemain Paris Saint-Germain dari para fans sangat tinggi. “Syarat yang ada di Paris, saya belum pernah mengetahuinya sebelumnya,” serunya.

“Di sini, menang adalah kewajiban total, jika tidak, itu adalah tragedi. Kami kalah 2-1 di Dortmund. Di Liga Champions, itu adalah hasil tandang yang bagus. Tetapi itu dianggap sebagai tragedi absolut. Sebagai imbalannya, kekompakan grup itu luar biasa dan itu memberi kami kemenangan.”