Buaksib.comKylian Mbappe sudah resmi memperpanjang kontrak dengan Paris Saint-Germain. Namun, hal itu bukanlah akhir dari saga transfer sang bomber. Pasalnya pihak La Liga dikabarkan akan mengambil langkah hukum karena menaruh kecurigaan pada kondisi finansial PSG.

Kylian Mbappe PSG 2025
Nasser Al-Khelaifi

 

Kontrak Mbappe sejatinya akan berakhir di akhir musim 2021/22 ini. Ia mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan Real Madrid di bursa transfer musim panas mendatang. Pekan lalu, Los Blancos bahkan sangat percaya diri bisa mendapatkan bomber timnas Prancis itu. Kabarnya sudah ada negosiasi intensif dengan pihak sang pemain.

Tapi pertemuan terakhir antara PSG dengan Mbappe mengubah segalanya. Les Parisiens diduga menawarkan kesepakatan ‘monster’ secara finansial kepada pemain berusia 23 tahun tersebut. La Liga pun meradang dan kabarnya akan menempuh jalur hukum.

Laporkan PSG ke Pengadilan

La Liga nampaknya tidak senang dengan kesepakatan yang dicapai PSG dengan Mbappe. Bahkan, mereka akan membuat gugatan hukum kepada klub yang bermarkas di Parc des Princes tersebut.

“La Liga akan mengajukan laporan soal PSG kepada UEFA, otoritas administrasi dan fiskal Prancis, dan otoritas Uni Eropa untuk terus mempertahankan ekosistem ekonomi sepakbola Eropa dan keberlanjutannya,” tulis pernyataan La Liga.

Menurut La Liga, kesepakatan Mbappe dengan Paris Saint-Germain bisa berdampak buruk bagi sepakbola. Selain itu, La Liga juga menaruh curiga pada kondisi finansial klub milik Al-Khelaifi tersebut.

“La Liga ingin menyatakan bahwa jenis kesepakatan ini menyerang stabilitas ekonomi sepakbola Eropa, membahayakan ratusan ribu pekerjaan dan integritas sepakbola. Tidak hanya kompetisi Eropa, melainkan juga di liga domestik,” tulis pernyataan resmi mereka.

Presiden La Liga, Javier Tebas juga turut bereaksi soal keputusan Mbappe bertahan di PSG. Menurut Tebas, apa yang dilakukan klub raksasa Prancis itu sama berbahayanya dengan klub-klub European Super League (ESL).

“Apa yang dilakukan PSG dengan memperbarui kontrak Mbappe dengan uang besar [untuk mengetahui di mana dan bagaimana mereka membayarnya] setelah kehilangan 700 juta Euro dalam beberapa musim terakhir dan memiliki gaji lebih dari 600 juta Euro, adalah PENGHINAAN terhadap sepakbola,” ujar Tebas.

“Al-Khelaifi sama berbahayanya dengan tim European Super League,” tegasnya.