Buaksib.com – Kota Paris sedianya bersiap untuk menggelar pesta untuk merayakan gelar juara Liga Champions perdana bagi klub kebanggan mereka, Paris Saint-Germain. Namun, bayangan pesta meriah di bawah Menara Eiffel itu pupus. Pasalnya, Neymar dkk justru takluk dari Bayern Munchen sehingga menimbulkan kekecewaan di pihak suporter PSG. Alhasil, kerusuhan pun terjadi di jantung kota Paris.

Suporter PSG rusuh
Kerusuhan yang terjadi pasca kekalahan PSG di final UCL

 

PSG berjumpa Bayern Munchen di final Liga Champions musim 2019/20. Laga yang digelar di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal itu berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan Munchen. Gol tunggal Die Roten dicetak oleh Kingsley Coman yang notabene adalah pemain kelahiran Paris dan jebolan akademi PSG.

“Kami sedih, tapi kami tidak lupa bahwa kami melakukan banyak hal hebat musim ini,” ucap presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi.

Kekalahan ini juga nampak begitu memukul bintang Les Parisiens Neymar Jr. Ia sempat meneteskan air mata begitu peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Sayangnya, para fans justru meluapkan kekecewaan mereka dengan berbuat anarkis. Bentrok sempat terjadi antara suporter dengan pihak kepolisian kota Paris.

Suporter PSG Kesal, Paris Memanas

Berdasarkan laporan jurnalis Goal International, Kieran Francis, Paris saat ini tengah berada dalam situasi buruk. Fans PSG begitu kecewa dengan kegagalan tim kesayangan mereka meraih trofi UCL perdana mereka sepanjang sejarah. Situasi rusuh sempat terjadi di beberapa sudut kota.

“Ribuan suporter PSG berkumpul di dekat landmark untuk menyaksikan final dan menjadi patah hati saat tim mereka kalah 1-0 berkat sundulan Kingsley Coman di babak kedua,” tulisnya.

Kieran Francis melaporkan ada beberapa mobil yang terbakar dan hancur di dekat Champs-Elysees Paris. Ada banyak kerumunan masa yang resah usai laga final tersebut. Petugas pemadam kebakaran pun bergerak cepat untuk memadamkan mobil yang tengah terbakar.

“Ada juga foto para pelaku yang melemparkan suar di Champs-Elysees. Tempat sampah juga terlihat dibakar saat suporter PSG berbaris di kawasan pejalan kaki,” tulisnya.

Situasi semakin diperparah dengan fakta bahwa kota Paris belum terbebas dari virus Corona. Kerumunan masa yang terjadi malam itu bukan tidak mungkin akan memudahkan penularan virus Corona di kalangan pendukung PSG.

“Prancis masih dalam pandemi virus Corona. Fans tetap berkumpul di Champs-Elysees dan Parc des Princes meskipun Paris dinyatakan sebagai zona merah COVID-19,” tulis Kieran Francis.

“Kami kalah 0-1. Begitulah sepakbola. Ada beberapa hal kecil yang harus ditingkatkan. Ini adalah final pertama kami, ke-11 untuk Bayern,” ucap Nasser Al-Khelaifi.