Buaksib.com Juventus masih belum berhasil memperpanjang kontrak salah satu pemain pentingnya, Paulo Dybala. Hal ini tentunya cukup berbahaya karena kontraknya yang saat ini hanya berlaku hingga Juni 2022 yang akan datang.

Paulo Dybala Juventus

 

Pada bursa transfer musim dingin mendatang, Dybala boleh bertemu dengan klub lain untuk mencapai kesepakatan sebelum kontrak. Maka dari itu, jika sang striker tidak memperpanjang kontrak maka dia bisa pergi dengan Cuma-Cuma.

Sebenarnya, penggemar Juventus tidak perlu merasa khawatir. Beberapa laporan yang didapat mengatakan jika pihak manajemen klub sudah mencapi kata sepakat. Kesepakatan tersebut terkait dengan kontrak baru yang akan berlaku hingga tahun 2026 yang akan datang.

Perlu diketahui, Dybala juga nantinya akan mendapat gaji terbesar kedua di Turin setelah Matthijs de Ligt. Dia akan mendapat bayaran sebesar delapan juta euro plus bonus sebesar dua juta euro.

Prioritas Juventus

Jika sudah sepakat, kenapa masih belum terjadi perpanjangan kontrak resmi? Kondisi ini kemudian membuat beberapa spekulasi yang kebanyakan buruk. Bahkan, ada yang mengklaim jika Juve berencana akan mengurangi jumlah gaji yang diterima Dybala.

Paulo Dybala sendiri tidak bisa mengelak dari pertanyaan terkait masa depannya setelah laga kontra Genoa usai. Namun sayangnya, dia tidak memberikan jawaban yang jelas.

Sang striker juga mengisyaratkan jika Juve sedang kerepotan mengurus permasalahan di luar lapangan. Perlu diketahui, Juventus pada saat ini sedang di selidiki karena dugaan pemalsuan laporan keuangan transfer pemain.

“Saya pikir klub memiliki masalah yang harus diselesaikan sekarang, jadi pembaharuan kontrak bisa menunggu. Apa yang terjadi di tempat lain itu lebih penting,” ungkapnya pada DAZN.

Meskipun masa depannya masih belum jelas, tapi Dybala tetap menampilkan permainan terbaiknya. Dia mencatatkan gol di dua laga terakhir Juve, yakni saat berhadapan dengan Salernitana dan terakhir Genoa.

“Anda mengajukan pertanyaan yang sama setelah melawan Verona, saya selalu berusaha untuk berada dalam kondisi terbaik,” ucapnya.

“Bermain setiap tiga hari sekali, sulit untuk selalu berada dalam kondisi 100 persen, tapi saya mencoba yang terbaik. Kami tahu apa yang harus dilakukan dan terus berada di jalur ini, untuk sebisa mungkin mendekati tim papan atas,” tandasnya.