Buaksib.comCarlo Ancelotti memberikan komentarnya usai Real Madrid berhasil mengalahkan Manchester City. Menurutnya, keberhasilan anak asuhnya membalikkan skor pada laga itu merupakan hal yang biasa.

Carlo Ancelotti Real Madrid
Carlo Ancelotti

 

Madrid menjamu Manchester City di leg kedua semifinal Liga Champions 2021/22 di Santiago Bernabeu, Kamis (05/05) dini hari WIB. Kubu Los Blancos berada dalam situasi tertinggal defisit satu gol setelah menelan kekalahan pada leg pertama.

Pada leg pertama mereka takluk dengan skor 4-3. Tugas Madrid semakin berat setelah Riyad Mahrez membuat Manchester City unggul terlebih dahulu di menit ke-73 pada leg kedua. Dengan demikian, anak asuh Ancelotti tertinggal agregat dua gol.

Secara luar biasa, Real Madrid berhasil bangkit kendati terus berada dalam tekanan. Mereka mencetak tiga gol balasan melalui brace Rodrygo dan penalti Karim Benzema. Dengan demikian, El Real berhak melaju ke final Liga Champions 2021/22 karena unggul agregat 6-5 dari skuat besutan Pep Guardiola itu.

Hal Biasa Bagi Real Madrid

Bagi Madrid, membalikkan skor alias comeback seperti ini sudah pernah mereka lakukan sebelumnya yaitu melawan Chelsea dan PSG. Maka dari itu, Carlo Ancelotti berani mengatakan bahwa timnya sudah terbiasa melakukan comeback.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa kami terbiasa menjalani kehidupan seperti ini. Tapi apa yang terjadi malam ini [juga] terjadi saat melawan Chelsea dan PSG. Jika Anda harus mengatakan mengapa, sejarah klub ini yang membantu kami untuk terus melaju ketika tampaknya bahwa kami sudah tersingkir,” serunya kepada BT Sport.

Carlo Ancelotti kemudian juga membeberkan bahwa salah satu kunci Real Madrid sukses melakukan comeback atas Manchester City. Menurutnya, gol Rodrygo membuat timnya memiliki keunggulan psikologis atas City pada laga tersebut.

“Pertandingan hampir selesai dan kami berhasil menemukan energi terakhir yang kami miliki. Kami memainkan permainan yang bagus melawan lawan yang kuat. Ketika kami mampu menyamakan kedudukan, kami memiliki keunggulan psikologis di perpanjangan waktu,” paparnya.

“Saya tidak punya waktu untuk memikirkan ini [kekalahan]. Itu sulit karena City memiliki kendali permainan tetapi kesempatan terakhir kami bisa pergi ke perpanjangan waktu. Saya senang berada di sana, di final, di Paris melawan tim hebat lainnya. Kami sudah terbiasa. Ini akan menjadi pertandingan yang fantastis dalam sepakbola,” tutup pria asal Italia tersebut.