Buaksib.comEuropean Super League resmi berdiri. Dua belas klub top Eropa telah menjadi penggagas pendirinya liga tersebut. Dan Florentino Perez, presiden Real Madrid terpilih sebagai ketua dari European Super League.

Liga ini menjadi kontroversi. Pasalnya, pihak FIFA sebagai federasi tertinggi persepakbolaan tidak mengakui liga tersebut. Federasi turunan FIFA yakni UEFA, mereka juga mengambil kebijakan yang sama dengan FIFA.

Klub-klub Besar Spanyol Siap Ambil Bagian

Dari ranah Spanyol, ada tiga klub papan atas yang menjadi penggagas untuk mendirikan liga baru ini. Mereka adalah Barcelona, Real Madrid dan Atletico Madrid. Kabarnya, para penggagas European Super League ini akan menerima sejumlah uang.

Barcelona, Real Madrid dan Atletico Madrid disebut-sebut bakal menerima dana sebanyak 310 juta Pound. Semusim setelahnya, para klub pendiri tersebut bakal meraih aliran dana hingga 213 juta Pound. European Super League sendiri rencananya bakal digelar mulai musim 2022/2023.

Angka-angka itu bakal dibiayai oleh lembaga keuangan asal Amerika Serikat, JP Morgan. Mereka akan bertanggung jawab sebagai sponsor tim dan akan membayarkannya kepada klub pelopor berdirinya liga ini.

Pendiri European Super League tersebut tertarik untuk bergabung karena besaran harga yang akan dibayarkan tersebut. Belum lagi, keuntungan dari hak siar yang akan meramaikan pertandingan-pertandingan liga yang diisi klub-klub elit tersebut. Kesulitan finansial saat pandemi ini menjadi alasan kuat klub-klub itu bergabung.

Sebagai Bentuk Protes

Wakil-wakil dari Spanyol ini bukan tanpa alasan menerima ajakan untuk berkhianat dan mendirikan liga baru sebagai tandingan. Florentino Perez sebagai ketua liga baru ini menyatakan bahwa mereka tidak setuju dengan beberapa kebijakan dari FIFA dan UEFA.

Mereka dikabarkan tidak setuju dengan format baru dari Liga Champions yang rencananya pada tahun 2024 akan diisi 36 klub. Selain itu, format yang sekarang ini menggunakan sistem penyisihan grup akan diganti dengan format liga.

Florentino menambahkan bahwa kebijakan baru UEFA tersebut terkesan tidak jelas. Lagi presiden Los Blancos itu juga menegaskan bahwa klub-klub besar akan sangat dirugikan dengan format baru tersebut. Kerugian finansial bakal diderita tim-tim besar jika format baru itu terealisasi.

Selain itu, dalih mereka untuk berkhianat adalah karena masalah korupsi yang sudah mendarah daging di kubu FIFA dan turunannya. Para klub juga disebut merasa muak dengan masalah pelik tersebut. Mereka selalu saja dirugikan dengan korupnya anggota-anggota federasi tersebut.

FIFA Tidak Tinggal Diam

FIFA sendiri yang menjadi pihak yang dikhianati bakal menjatuhkan sanksi kepada klub yang mempelopori European Super League itu. Dikabarkan, federasi tertinggi sepakbola dunia tersebut akan memblacklist para pemain dari klub yang berkhianat tersebut dari gelaran-gelaran internasional maupun domestik.

Para pemain sekelas Lionel Messi, Sergio Ramos dan Luis Suarez bakalan tidak bisa bermain di gelaran akbar Piala Dunia. Ancaman itu dinilai serius dan tidak main-main. FIFA akan bertindak tegas dengan kedua belas klub tersebut.