Buaksib.com – Yanuar Hermansyah, pelatih kiper Arema FC, akhirnya membuka mulut terkait dengan kejadian yang sempat melibatkan anak didiknya, Sandy Firmansyah, pada pertandingan melawan Borneo FC lalu. Menurut pendapatnya, kejadian ini tidak akan terlalu berpengaruh bagi Sandi untuk membuat peluang nya tampil pada pertandingan melawan Persela Lamongan tertutup.

Kiper Arema hampir terlibat baku hantamdengan Aremania
Kiper Senior Arema, Sandy Firmansyah, sedang berlatih.

 

“Tidak ada masalah untuk Sandi. Saya sendiri melihat jka dia tak  terpengaruh dengan adanya kejadian ini,” jelas Yanuar.

“Peluang Sandi sendiri masih sangat terbuka untuk bisa kembali main dengan Arema pada pertandingan kontra Persela Lamongan,” lanjutnya.

Pada saat sebelumnya, sempat terjadi insiden yang melibatkan Sandi setelah laga melawan Borneo FC minngu lalu. Kiper kelahiran Malang tersebut terlibat perselisihan dengan salah satu oknum Aremania yang merasa tak puas dengan hasil yang didapat pada pertandingan tersebut.

Awal mulanya, Sandy dan seorang dari Aremania terlibat adu mulut. Akan tetapi, emosi sempat memuncak karena provokasi yang terus dilakukan. Untungnya, situasi dapat dikendalikan oleh pihak keamanan sebelum situasi menjadi lebih parah lagi seperti baku hantam.

Arema juga sedang mempersiapkan diri untuk laga kontra Persela Lamongan pada laga lanjutan Shopee Liga 1 musim 2019. Pertandingan ini bakal digelar di kandang Persela, Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (20/9/2019) mendatang.

Pelatih Kiper Arema Menyayangkan Kejadian Ini

Menurut Yanuar, dia tidak terlalu paham tetntang sebab dan kronologi kejadian yang melanda kiper tersebut. Akan tetapi, pelatih yang biasa punya nama julukan Begal ini sangat menyesalkan kejadian tersebut.

“Saya sangat menyesalkan kejadian seperti ini harus terjadi,” tegas Begal.

Menurut Begal, dia sangat bisa memahami ketidak puasan dari Aremania ketika mendapat hasil imbang untuk Arema ketika melaksanakan laga kontra Borneo FC. Akan tetapi, menurut pelatih yang berusia 54 tahun tersebut, seharusnya para suporter bisa melihat dan memandang pertandingan dengan pikiran yang dingin ketika menghadapi permasalahan yang ada.

“ Saya harap semua suporter Arema bisa melihat realita yang ada, bukan hanya sekedar menyalahkan dan menekan pemain,” Jelasnya.

“Saya juga berharap agar semua bisa memberi semangat untuk tim ini,” kata Begal menutup penjelasannya.