Buaksib.comPSSI lewat PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sudah membuat keputusan untuk memusatkan kompetisi Shopee Liga 1 musim ini di Pulau Jawa. Keputusan tersebut disampaikan di surat dengan nomor 244/LIB-COR/VII/2020.

Keuntungan Jika Shopee Liga 1 Dipusatkan di Pulau Jawa
Peserta kompetisi Liga 1 2020.

 

Bagi pemain bek Persela Lamongan, Novan Setya Sasongko, keputusan tersebut akan menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Akan tetapi, menurutnya lebih kepada hemat biaya seperti biaya transportasi dan akomodasi.

“Kalau pertandingan mungkin fifty-fifty, kan besok tanpa penonton,” ucap Novan Sasongko, Rabu (15/7/2020).

Akan tetapi, diluar dari keputusan tersebut, Novan mengatakan jika dia akan siap untuk bermain dimanapun. Termasuk jika nantinya kompetisi Liga 1 tersbeut harus digelar di luar Pulau Jawa.

“Kalau saya dimanapun digelar, entah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, ataupun Papua, enggak masalah,” tuturnya.

Dengan dipusatkannya kompetisi Liga 1 di Pulau Jawa, maka Persela sudah pasti bisa tetap menggunakan stadion markasnya, Stadion Surajaya, Lamongan. Sudah pasti Novan dkk juga ingin hal itu bisa terwujud.

“Itupun kalau Lamongan sudah aman atau zona hijau,” tukas Novan.

Selain itu, menurut kabar yang beredar, Persela Lamongan tetap akan mendaftarkan Stadion Surajaya sebagai home base mereka. Namun, masih belum ada komentar dari pihak manajemen.

Liga 1 Tanpa Penonton, Panpel PSIS Khawatir

Disisi lain, ketua Panitia Pelaksana, (Panpel) PSIS Semarang, Danur Rispriyanto mengungkapkan rasa khawatirnya tentang kebijakan dari operator tentang menggelar pertandingan tanpa penonton.

Danur khawatir jika tetap ada suporter yang tetap memaksa datang ke stadion. Pasalnya, mereka pastinya ingin mendukung tim kesayangan mereka saat bertading.

“Kalau boleh jujur kami tetap memiliki kekhawatiran ada oknum penonton yang nekat datang ke stadion,” ucapnya kepada media, Selasa (14/7/2020).

“Baik yang berusaha tetap masuk stadion atau hanya sekedar bergerombol di luar stadion,” lanjutnya.

Selain khawatir dengan kedatangan suporter ke stadion, Danur juga khawatir kedatangan pedagang kaki lima. Pasalnya, mereka biasanya akan beramai-ramai datang ke stadion jika ada pertandingan.

“Kalau dengar ada pertandingan sepak bola dikhawatirkan juga ada pedagang kaki lima yang siap-siap untuk berjualan di area stadion,” pungkas Danur.