Buaksib.com – Jose Mourinho adalah sosok pelatih yang begitu dicintai oleh publik Stamford Bridge ketika ia menukangi Chelsea. Bahkan, pemain seperti Frank Lampard hingga John Terry sempat menangis ketika mendengar pria asal Portugal itu akan meninggalkan Stamford Bridge.

Ketika Jose Mourinho Pergi, Skuat Chelsea Menangis
Jose Mourinho ketika masih menukangi Chelsea

 

Pada tahun 2003 silam, Chelsea resmi diakusisi oleh Roman Abramovich, pengusaha kondang asal Rusia. Ia kemudian menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih kedua di era kepemimpinannya. Kala itu, Mourinho memang sedang menjadi topik pembicaraan di kalangan pecinta sepakbola. Pencapaian membawa klub kuda hitam seperti Porto menjuarai Liga Champions mendapatkan apresiasi yang sangat besar.

Ia diboyong ke Stamford Bridge pada tahun 2014. Dalam rentang waktu tiga musim, Mourinho mempersembahkan enam trofi dari berbagai ajang, termasuk Premier League. Tapi, itu ternyata tidak cukup untuk membuat dirinya bertahan lebih lama di London Barat.

Tangisi Kepergian Jose Mourinho

Pada awal musim 2007/2008, performa Chelsea terlihat menurun. Mereka bahkan hanya mampu bermain imbang 1-1 kala menjamu Rosenborg di ajang Liga Champions. Tak lama setelah laga itu, Mourinho berpisah dengan The Blues.

Mantan pemain Chelsea di era kepelatihan Jose Mourinho, Steve Sidwell adalah salah satu saksi di ruang ganti yang menyaksikan betapa hancur rekan setimnya pasca Mourinho pergi. Pemain seperti Frank Lampard dan John Terry bahkan sampai meneteskan air mata.

“Rasanya canggung saat Jose datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Anda bisa mendengar bunyi pin yang terjatuh. Rasanya seperti seseorang telah meninggal,” ujar Sidwell kepada The Athletic.

“Saat Anda melihat karakter kuat seperti Didier Drogba, Frank Lampard, dan John Terry menangis atau berlinang air mata, saya juga sedih. Rasanya aneh,” lanjutnya.

Sidwell sendiri merupakan pemain baru Chelsea pada saat itu. Ia direkrut setelah bermain apik bersama Reading selama empat musim sebelumnya. Pria yang mengakhiri karirnya di Brighton & Hove Albion tersebut berkata bahwa dirinya tidak melihat adanya tanda-tanda kepergian Mourinho. Bahkan ruang ganti tampak kondusif di musim itu.

“Saya tidak pernah merasakan tensi atau berpikir bahwa dia berada dalam masalah. Ada di beberapa pertandingan sebelumnya, Anda melihatnya di media dan itu menjadi perbincangan,” tambahnya.

“Tapi Anda tidak melihatnya dari dalam. Semua pemain bersatu, tidak ada yang menentang dia. Mourinho sama sekali tidak kehilangan ruang gantinya,” pungkasnya.