Buaksib.com – Kai Havertz adalah salah satu pemain yang diboyong Chelsea di bursa transfer musim panas lalu. Dari enam pemain baru di skuat The Blues, Havertz mungkin menjadi pemain yang paling kesulitan menemukan ritme di klub dan liga baru. Pemain asal Jerman itu punya potensi luar biasa, tapi belum terlalu terlihat di atas lapangan.

Kai Havertz
Kai Havertz

 

Chelsea menebus Kai Havertz dari Bayer Leverkusen dengan bayaran sebesar 80 juta Euro. Nominal tersebut membuat dirinya menjadi pemain termahal The Blues sepanjang sejarah. Namun, harga tersebut membuat ekspektasi publik terhadap dirinya pun cukup tinggi. Sayang, beberapa kali ia harus absen karena menderita cedera dan terpapar virus Corona.

Ketika diberi kesempatan, pemain berusia 21 tahun ini juga belum tampil optimal. Performanya masih naik-turun, bahkan posisinya di lapangan pun kerap berubah-ubah. Tapi, ia tetap mendapatkan dukungan penuh dari sang manajer, Frank Lampard.

Posisi Bermain Kai Havertz

Penempatan Kai Havertz di dalam skema permainan Frank Lampard memang cukup mengundang tanya. Sebab, sang playmaker pernah dimainkan sebagai winger kiri, gelandang serang, gelandang sentral, bahkan sebagai false nine. Bongkar pasang posisi semacam ini tentu membuat tim dan pemain yang bersangkutan kesulitan. Namun, Kai Havertz mengaku tak masalah dengan hal itu.

“Tentu saja saya senang bermain lebih ofensif dan di Leverkusen saya kira saya bermain dalam posisi yang sangat ofensif. Tapi, sebenarnya bagi saya posisi tidak terlalu penting,” ujar Havertz dikutip Express.

“Saya sangat senang bisa bermain dan saat ini posisi tidak terlalu penting. Kami punya banyak pemain bagus, Anda bisa melihatnya di lapangan dan karena itu saya sudah sangat senang bisa bermain.”

Ketika mulai tampil apik, Kai Havertz justru diserang virus Corona. Ia terpaksa menepi hingga dua pekan lamanya untuk menjalani karantina dan proses pemulihan. Havertz baru kembali bermain pada laga kontra Krasnodar di ajang Liga Champions kemarin.

“Saya merasa lebih baik. Tidak mudah ketika Anda harus menepi dua tiga pekan tanpa melakukan apapun. Anda kehilangan kebugaran Anda sepenuhnya,” lanjut Havertz.

“Sekarang saya sudah dua setengah pekan kembali berlatih, merasa baik, semakin hari semakin baik,” lanjutnya.

“Tentu saja saya masih bisa terus berkembang. Tapi saya akan mencoba memberikan yang terbaik di sesi latihan dan dalam pertandingan untuk membantu tim,” tandasnya.