Buaksib.com – Kekalahan Real Madrid atas Barcelona di laga El Clasico benar-benar memberi pukulan berat untuk pihak klub. El Real yang berada di puncak klasemen justru harus dipermalukan oleh Barcelona di Santiago Bernabeu yang merupakan venue kebanggaan klub tersebut. Sebagai seorang pelatih, Carlo Ancelotti tentu bertanggung jawab secara penuh atas kekalahan tersebut.

Kesalahan Besar Carlo Ancelotti Di Laga El Clasico
Carlo Ancelotti

Penyebab utama kekalahan Real Madrid di laga kemarin yaitu kesalahan strategi yang dipakai. Kesalahan strategi tersebut membuat lini tengah dan lini belakang Los Blancos menjadi kocar-kacir sehingga berkali-kali kebobolan. Selain kesalahan tersebut masih ada kesalahan lain dari Carlo Ancelotti yang membuat El Real kalah di laga El Clasico.

Carlo Ancelotti Salah Strategi

Melawan Barcelona banyak yang menyayangkan strategi yang dipakai oleh Real Madrid di laga tersebut yang terkesan coba-coba. Formasi 4-2-4 menjadi bumerang untuk tuan rumah yang harus kebobolan sebanyak 4 kali. Terlebih saat itu Karim Benzema yang selama ini menjadi tumpuan gol tengah absen karena cedera.

Absennya Benzema serta buruknya lini belakang disinyalir menjadi penyebab utama kekalahan Real Madrid di laga El Clasico tersebut. Kehilangan Benzema membuat Carlo Ancelotti kebingungan menentukan striker pengganti untuk menempati di lini depan. Padahal sebenarnya masih Luka Jovic dan Mariano Diaz yang bisa diturunkan untuk mengisi posisi tersebut.

Secara mengejutkan justru Los Merengues menunjuk Luka Modric sebagai striker dadakan dan meletakkannya di posisi false nine. Akibatnya lini tengah menjadi kacau balau dan menjadi keuntungan besar bagi tim Catalan. Terbukanya lini tengah membuat Barcelona menguasai area tersebut dan melancarkan setiap serangan yang dilakukan.

Bukan hanya lini tengah yang kocar-kacir, pertahanan di lini belakang juga tak kalah hancur. Carlo Ancelotti secara tiba-tiba menunjuk Carvajal dan Nacho untuk menempati posisi bek kanan dan kiri. Masih belum tahu apa yang diinstruksikan sang pelatih sebelum pertandingan, namun kedua pemain tersebut sering keluar dari posisinya.

Seringnya Carvajal dan Nacho out of position membuat Alaba serta Militao kewalahan di lini belakang. Ancelotti juga sempat mengganti formasi menjadi tiga bek, namun langsung diganti kembali menjadi 4 bek setelah Real Madrid kembali kebobolan. Parahnya kondisi yang ada membuat lini belakang baru bisa stabil di menit ke-70′, namun sudah sangat terlambat untuk Real Madrid.

Kekalahan tersebut membuat sang pelatih menerima kritikan dari banyak pihak terutama mengenai strategi yang dipakai. Carlo Ancelotti mengakui bahwa kekalahan tersebut merupakan tanggung jawab dirinya sepenuhnya. Namun pelatih tersebut tidak ingin para pemainnya berlarut-larut dan meminta untuk fokus ke laga selanjutnya.

Tak Melakukan Rotasi

Kesalahan besar satu lagi yang dilakukan Carlo Ancelotti sebagai pelatih yaitu jarangnya sang pelatih melakukan rotasi. Bahkan sang pelatih terlihat takut-takut untuk melakukan rotasi meskipun jumlah pemain memadai serta kondisinya mendukung. Hal tersebut menunjukkan jika sang pelatih hanya percaya penuh pada beberapa pemainnya saja.

Kurangnya rotasi membuat Real Madrid menjadi sangat lemah ketika salah satu atau beberapa pemainnya harus absen. Bahkan di laga kemarin, perubahan posisi Modric serta absennya Benzema membuat para pemain kebingungan selama pertandingan. Karena hal itulah sang pelatih tidak bisa memakai barisan pemain yang sama secara terus menerus tanpa melakukan rotasi.