Buaksib.com – Petinggi federasi sepakbola Denmark, Jesper Moller memberikan pernyataan cukup mengejutkan di tengah polemik akibat European Super League (ESL). Menurutnya, Manchester City, Chelsea, dan Real Madrid yang merupakan founder ESL bisa didepak dari Liga Champions musim 2020/21 yang sedang bergulir. Artinya, ada kans PSG akan didapuk sebagai juara UCL musim ini.

PSG Liga Champions
Kegembiraan Neymar dan Paredes usai PSG lolos ke semifinal UCL musim ini

 

Jesper Moller adalah anggota Executive Committee (Exco) UEFA. Menurutnya klub-klub yang ambil bagian dalam European Super League harus dijatuhi sanksi berat.

Liga Champions musim 2020/21 ini telah memasuki fase semifinal. Ada empat tim yang akan memperebutkan dua tiket ke partai puncak, yakni Manchester City, Real Madrid, Chelsea, dan Paris Saint-Germain (PSG). Tiga dari empat tim tersebut sudah secara resmi masuk sebagai jajaran klub pendiri ESL.

PSG sebenarnya sempat dirumorkan akan masuk ke dalam jajaran itu. Namun, pada rilis resmi ESL nama PSG tidak tercantum dalam 12 klub pendiri.

Dengan demikian, apabila UEFA benar-benar mencoret tim-tim ESL dari UCL musim ini, PSG akan secara otomatis didapuk sebagai pemenang. Sebab, Manchester City, Chelsea, dan Real Madrid akan ditendang dari pentas ini.

PSG Otomatis Juara Liga Champions

Moller merasa yakin UEFA akan menjatuhkan sanksi berat kepada klub-klub yang terlibat European Super League. Otoritas sepakbola Eropa itu akan segera mengadakan rapat besar dalam beberapa hari ke depan untuk membahas polemik ini.

“Klub-klub itu akan ditendang [kecuali PSG]. Saya kira Jumat besok akan diputuskan. Lalu, Anda lihat saja bagaimana cara menuntaskan Liga Champions musim ini,” ujar Moller kepada DR Sport via Goal International.

“Akan ada satu pertemuan besar pada Exco Jumat besok. Saya menduga ke-12 klub itu akan ditendang.”

Jika keputusan mencoret klub-klub top tersebut diterapkan, maka Liga Champions tidak akan pernah sama seperti musim-musim sebelumnya. Tanpa adanya klub-klub top, UCL diprediksi tak akan semenarik biasanya.

Sebenarnya keputusan ini tidak akan menguntungkan siapapun. UEFA pun akan rugi besar karena Liga Champions tak akan lagi menarik tanpa klub-klub top tersebut. Lagi pula, mereka juga tidak bisa serta merta menendang klub-klub itu karena ada beberapa kontrak yang saat ini masih aktif.