Buaksib.comMikel Arteta belum genap satu tahun melatih Arsenal. Namun, ia dinilai telah membawa banyak perubahan untuk klub asal London Utara tersebut. Manajer berusia 38 tahun tersebut bahkan mempersembahkan satu trofi di debutnya melatih The Gunners. Kendati dinilai cukup sukses, sang manajer masih punya masalah yang belum rampung. Masalah itu adalah konflik dengan playmaker mereka, Mesut Ozil.

Mikel Arteta dan Mesut Ozil
Mikel Arteta dan Mesut Ozil berpelukan usai laga kontra Manchester United

 

Mikel Arteta sejatinya sempat memberi angin segar bagi Mesut Ozil di awal masa kepelatihannya di Emirates Stadium. Setelah menjalani 18 bulan yang menyedihkan di bawah asuhan Unai Emery, Ozil mulai mendapat kepercayaan lagi ketika Arteta datang.

Pada Januari 2020 lalu, Mesut Ozil tampil menawan ketika Arsenal menang 2-0 atas Manchester United. Dia memang tidak mencetak gol, tetapi memainkan peran kunci bagi permainan The Gunners.

Ketika laga usai, sebuah momen epik terjadi. Mikel Arteta mencari Mesut Ozil dan memberikan pelukan hangat. Pemain berkebangsaan Jerman itu pun menyambutnya dengan senyuman lebar, pemandangan yang jarang terlihat di era kepelatihan Emery.

Konflik Mesut Ozil vs Mikel Arteta

Namun, hubungan Mesut Ozil dan Mikel Arteta memburuk. Pada laga terakhir sebelum lockdown, ketika Arsenal menang 1-0 atas West Ham, Ozil hanya masuk sebagai pemain pengganti dan masuk di menit-menit akhir. Lalu, kompetisi harus ditunda selama tiga bulan. Ozil tak pernah kembali merumput ketika kompetisi bergulir kembali pada Juni lalu. Ia hanya dua kali masuk masuk line-up, tapi tak pernah bermain.

Mikel Arteta memberi penjelasan mengenai hilangnya nama Mesut Ozil dari skuat setelah jeda kompetisi. Awalnya, sang manajer menyebut alasan teknis di balik keputusannya itu. Namun, kemudian ia beralasan bahwa sang playmaker mengalami cedera, kendati tak dijelaskan cedera apa yang dialami.

“Jelas ada sesuatu yang terjadi di internal. Semua orang melihat apa yang terjadi di sana. Saya rasa itu tergantung bagaimana mereka mendekatinya dan bicara secara pribadi,” ucap mantan kapten Arsenal, Sol Campbell.

Kondisi semakin rumit karena Mesut Ozil adalah pemain dengan bayaran termahal di skuat Arsenal saat ini. Di sisi lain, ia sangat minim kontribusi. Alhasil, The Gunners berniat untuk melepasnya dalam waktu dekat. Tapi, sang pemain menolak untuk pindah dan ingin menghabiskan sisa kontraknya di Emirates Stadium, tidak peduli ia akan dimainkan atau tidak. Sol Campbell menilai kondisi ini sangat tidak baik untuk keutuhan tim.

“Mereka harus bersatu entah bagaimana tetapi jika ada kebuntuan maka tidak akan ada yang terjadi. Seseorang harus mengalah dan mengalah bukan berarti kalah,” ujar Campbell.

“Terkadang Anda harus mencari titik tengah,” ucap Campbell.

Sejauh ini, belum ada tanda Mikel Arteta dan Mesut Ozil telah berdamai. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya nama Ozil di daftar skuat ketika Arsenal menjuarai Community Shield beberapa waktu lalu.