Buaksib.com – Atletico Madrid baru saja kehilangan kesempatan mempertahankan puncak klasemen setelah kalah melawan Athletic Bilbao pada jornada ke-32 La Liga. Selain kehilangan puncak klasemen, Los Rojiblancos juga bisa kehilangan kans merebut gelar La Liga musim ini. Lalu, apa tanggapan mantan pelatih mereka, Javier Clemente?

Atlético Madrid menelan kekelahaan saat laga kontra Atheltic Bilbao, Senin (26/4)
Atlético Madrid menelan kekelahaan saat laga kontra Atheltic Bilbao, Senin (26/4)

Performa Atletico yang Kian Melamban

Hari Senin (26/4) menjadi hari yang spesial bagi Atletico Madrid karena di hari itu, klub ibukota Spanyol merayakan hari jadi mereka yang ke-118 tahun. Sayangnya, di hari istimewa itu, klub justru mendapat kado buruk. Mereka tumbang di tangan Athletic Bilbao sehingga membuat mereka harus bersiap kehilangan puncak klasemen.

Persaingan gelar La Liga musim ini memang sedang panas-panasnya di mana ada total empat klub yang terlibat, yakni Atletico, Real Madrid, Barcelona dan Sevilla. Di awal musim hingga pertengahan musim kemarin, mereka sejatinya sudah memimpin cukup jauh. Tapi sayang, semakin mendekati akhir musim, performa Los Colchoneros justru kian melambat.

Lupa Fondasi Luis Aragones

Melambatnya performa Atletico inipun membuat klub asuhan Diego Simeone banjir kritikan. Salah satu kritikan itu disampaikan oleh mantan pelatih Los Colchoneros sendiri, Javier Clemente. Menurut Clemente, Atletico sekarang sudah lupa mengenai apa yang dahulu pernah ditanamkan mantan pelatih mereka lainnya, Luis Aragones.

Selama melatih Atletico, Aragones tercatat telah memenangkan satu gelar La Liga, ditambah tiga gelar Copa del Rey. Aragones mengajarkan Atletico bahwa musim kompetisi itu dibagi menjadi tiga fase. Tetapi, menurut Clemente, Atletico sekarang sudah lupa tentang apa yang diajarkan Aragones.

“Sepakbola itu sangat luas.” Kata Clemente, seperti dikutip via Mundo Deportivo. “Luis Aragones pernah berkata, sepertiga musim pertama adalah saatnya menempatkan diri. Sepertiga musim kedua adalah saatnya saling rebut posisi. Lalu ketika kompetisi menyisakan sepuluh laga, itulah saatnya menentukan siapa juaranya.”

“Di sepertiga musim pertama, Los Colchoneros terlihat tangguh, tetapi tiba-tiba mereka meninggalkan ketangguhannya itu. Mereka tetap bertarung, tetapi lupa caranya bermain. Atletico telah meninggalkan fondasi yang dibangun Luis Aragones. 10 laga terakhir adalah kuncinya, tetapi mereka lupa caranya bermain dan caranya bekerja keras.”

Laga yang Mengecewakan

Sementara itu, Clemente juga ikut berkomentar mengenai kekalahan Atletico melawan Bilbao. Menurut Clemente, mantan tim asuhannya itu sudah bermain cukup rapi di area pertahanan. Kendati demikian, area serang Los Colchoneros menurutnya masih lemah, sehingga akhirnya klub terlihat seperti kehilangan daya juang.

“Saya melihat Atletico sangat kuat dalam bertahan.” Kata Clemente menanggapi laga Bilbao kontra Atletico. “Tapi di sisi lain, mereka lupa bahwa jika mereka ingin berjuang dengan sungguh-sungguh, mereka harus bermain bagus. Atletico yang bermain kemarin terlihat seperti ayam bodoh.”

“Banyak usaha yang dilakukan Atletico, tetapi ketika berhasil menguasai bola, jarak antar pemain menjadi sangat renggang. Mereka menjadi sangat lambat, mudah diprediksi dan tak banyak melakukan pergerakan berbahaya. Jujur, saya kecewa dengan babak pertama yang berjalan terbuka.”