Buaksib.com – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengaku sangat marah meskipun timnya berhasil mengamankan tiga poin dari Udinese. Sang pelatih merasa kecewa karena anak asuhnya tak tahu cara untuk mengendalikan permainan dengan bagus.

Allegri Marah ke Juventus Karena Lepas Cristiano Ronaldo
Massimiliano Allegri.

 

Usai kalah dari Inter Milan di laga Supercoppa Italia, Juve berhadapan dengan Udinese di pekan ke-22 Serie A. Pertandingan yang digelar di Allianz Stadium itu dihelat pada, Minggu (16/1/2022) dini hari WIB. Si Nyonya Tua menang dengan skor 2-0.

Gol pertama Juventus didapat lewat aksi Paulo Dybala di menit ke-19. Sedangkan gol kedua didapat dari aksi Weston McKennie di menit ke-19. Si Nyonya Tua tak terkalahkan dalam delapan laga terakhir Serie A.

Meskipun menang, sang pelatih cukup kecewa dengan cara bermain anak asuhnya. Dia merasa tak senang dengan penampilan timnyadi 10 menit terakhir laga. Allegri merasa jika skuatnya tak memiliki cukup pengalaman untuk mengendalikan permainan.

“Hal yang sungguh tidak dapat kami lakukan adalah memainkan intensitas, tempo, dan agresi. Karena jika kami tidak menurunkan level intensitas, maka kami tidak akan terganggu,” ucap Allegri.

“Kami butuh kesabaran. Saya menjadi sangat marah pada saat itu, tetapi saya berbicara dengan mereka setelah itu dan mencoba membuat mereka mengerti.”

“Yang penting adalah para pemain mengerti dengan cepat dan itu harus dilakukan pada level individu, apakah mereka di Juventus atau di tempat lain,” serunya.

Juventus Butuh Pengalaman dan Kedewasaan

Si Nyonya Tua dibawah kepelatihan Allegri melakukan transisi tim. Pemain di generasi Giorgio Chiellini pergi dari Turin satu per satu. Saat ini, ada genarasi baru yang terdiri dari Dejan Kulusevski, Luca Pellegrini, dan Moise Kean.

“Kami membuat kesalahan di babak kedua, berpikir kami santai dan bertanggung jawab, jadi kami keluar dari permainan,” katanya.

“Ini bukan tentang menemukan seorang pemimpin, ini tentang kedewasaan para pemain secara keseluruhan. Anda membutuhkan pengalaman dalam setiap profesi, tidak ada orang yang dilahirkan untuk mengetahui segalanya,” pungkas pelatih Juventus tersebut.