Buaksib.com – Belakangan ini sedang marak pemberitaan mengenai liga baru yang digagas oleh beberapa klub-klub elit Eropa. Pembuatan liga itu ditengarai sebagai bentuk protes atas kebijakan format baru Liga Champions yang dibuat oleh UEFA. Namun Barcelona dibawah Joan Laporta, dilaporkan tidak akan berlanjut bersama ESL.

Joan Laporta: Uang Bukan Segalanya
Joan Laporta

Begitu banyak gembar-gembor serangan yang dilancarkan oleh ketua European Super League, Florentino Perez. Dirinya bersikeras ingin mengubah persepakbolaan dunia khususnya di Eropa agar menjadi lebih baik.

Pihak UEFA dan FIFA sendiri sudah mengeluarkan keputusan tegas bahwa klub-klub yang bergabung ke ESL akan diblacklist dari kejuaraan FIFA. Florentino Perez tidak gentar dengan keputusan itu, dirinya masih vokal mempertahankan pemikirannya.

Beberapa Penggagas ESL Sudah Berubah Pikiran

Namun dua hari setelah ESL berdiri, dikabarkan klub-klub top Eropa yang sudah bergabung memutuskan untuk membatalkannya. Hal itu dikarenakan ancaman serius yang dikeluarkan oleh federasi sepakbola tertinggi dunia, FIFA.

Para fans dari klub-klub penggagas liga kontroversi tersebut juga banyak yang memprotes. Mereka meminta kepada klub bahwa sepakbola adalah untuk para penggemar bukannya untuk orang-orang yang ingin berbisnis.

Wakil-wakil dari Liga Premier Inggris semuanya sudah mengundurkan diri. Sementara dari ranah Italia, Inter dan AC Milan juga sudah membatalkan niatnya tersebut. Hanya Juventus yang belum memutuskan kelanjutannya di ESL.

Dari tanah Spanyol, Atletico Madrid yang sebelumnya ikut bergabung sudah mengurungkan niatnya tersebut. Hal itu secara resmi dikeluarkan oleh klub dalam sebuah surat yang diunggah di akun media sosial tim.

Selain Juventus, Barcelona dan Real Madrid juga belum secara resmi memutuskan pilihan mereka. Namun kabar yang beredar, Barcelona sudah bersiap-siap untuk mengundurkan diri dari ESL dan hanya tinggal menunggu waktu saja.

Langkah Joan Laporta

Joan Laporta sebagai pemimpin Barcelona sebenarnya telah memberikan komentarnya mengenai prahara yang terjadi belakangan ini. Laporta menjelaskan bahwa dirinya tidak akan membuat keputusan tanpa lampu hijau dari socios.

Socios sendiri merupakan anggota resmi klub yang berpengaruh terhadap klub. Mereka membayar iuran rutin setiap tahunnya. Dengan begitu mereka juga berhak untuk menyetujui atau tidak mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh manajemen Blaugrana.

Sang presiden yang baru dilantik itu juga menambahi bahwa dirinya belum mengetahui secara utuh mengenai ESL. Namun yang pasti, Laporta menegaskan tentang visi dan misinya tidak berfokus kepada uang dan bisnis saja. Uang bukanlah segalanya, begitulah kata pria berusia 58 tahun tersebut.

Sementara itu dari sisi para fans Blaugrana, kebanyakan dari mereka tidak menyetujui bergabungnya klub ke ESL. Sejarah dan tradisi klub yang selama ini menjadi patokan klub harus dipegang mati-matian. “Barca adalah bagian dari hidup kami, bukan mainanmu. Tidak untuk Super League,” demikian banner yang terpasang di kompleks Camp Nou.

Berkaca dari kesimpulan sang presiden, maka bisa dipastikan perjalanan Barcelona di ESL bakal berakhir cepat atau lambat. Para socios dengan pasti tidak akan menyetujui kebijakan-kebijakan yang sudah dilontarkan oleh Florentino Perez.