Buaksib.com – Sebagai seorang pemain yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia sepakbola, Jerome Boateng tentu paham sejumlah masalah yang kerap dihadapi para pemain sepakbola. Tak terkecuali soal rasisme. Sebagai seorang pemain yang kerap menjadi sasaran rasisme pula, ia mendukung agar klubnya, Bayern Munchen, melanjutkan kampanye anti-rasisme mereka.

Sebagai seorang pemain yang kerap menjadi sasaran rasisme Jerome Boateng mendukung agar klubnya, Bayern Munchen, melanjutkan kampanye anti-rasisme mereka
Jerome Boateng

Liga Champions, Ajang Untuk Suarakan Anti-Rasisme

Sejak dulu, isu rasisme menjadi isu yang cukup ramai diperbincangkan. Sebagai olahraga paling populer, sepakbola tak luput disisipi isu ini. Belakangan, isu rasisme ini kembali naik ke permukaan. Penyebabnya adalah terjadinya insiden di Minneapolis, Amerika Serikat yang membuat seorang warga kulit hitam bernama George Floyd meninggal dunia.

Setelah munculnya kasus ini, beragam reaksi diberikan publik. Gerakan ‘Black Lives Matter’ disuarakan di mana-mana. Dan di Bundesliga, Bayern Munchen menjadi salah satu pelopor lahirnya gerakan ini. Sesaat setelah restart kompetisi, para pemain Bayern ikut menyuarakan aksi anti-rasisme lewat gerakan berlutut di atas tanah.

Aksi yang dilakukan oleh juara Bundesliga musim 2019/2020 ini banyak mendapat dukungan, termasuk dari salah satu pemainnya, Jerome Boateng. Sebagai pemain yang kerap jadi sasaran rasisme, Boateng sangat mendukung aksi rekan-rekan setimnya tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Bayern harus lanjutkan aksi serupa di Liga Champions mendatang.

Dilansir dari ESPN, bek berpaspor Jerman mengatakan, “Saya pikir akan sangat kuat dan penting jika kami melakukan gerakan itu lagi ketika berlaga di Liga Champions. Khususnya di babak final. Saya pikir, sangat penting untuk melanjutkan itu. Di olahraga lain pun sama. Dan semoga olahraga lain yang belum dimulai bisa mengikuti apa yang kami lakukan.”

Ingin Lebih Banyak Pelatih Kulit Hitam di Jerman

Harapan Boateng tak berhenti sampai di situ. Selain ingin melanjutkan gerakan berlutut, ia juga ingin adanya perubahan dalam sepakbola Jerman. Defender berusia 31 tahun ingin ada lebih banyak pelatih kulit hitam di sepakbola Jerman. Sebelumnya, Daniel Thioune berhasil menjadi pelatih kulit hitam pertama di Jerman setelah ia diboyong Hamburg, beberapa waktu lalu.

Ketika ditanya soal keinginannya melihat lebih banyak pelatih kulit hitam, Boateng mengatakan, “Tentu, saya ingin lebih banyak melihat yang seperti itu di Jerman. Karena saat ini, saya sudah melihat yang lebih banyak di Inggris dan negara-negara lain. Soal rasisme, menurut saya, apapun yang kau lakukan masih belum cukup karena masalah ini sudah sangat buruk di dunia.”

Jerome Boateng Punya Pengalaman Buruk

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Boateng juga diberitakan pernah membagi pengalamannya dalam menghadapi rasisme. Ia mengatakan bahwa dirinya pernah menceritakannya kepada dua rekan setimnya, Joshua Kimmich dan Leon Goretzka. Menurut Boateng, pengalamannya itu adalah pengalaman yang sangat berat untuk diceritakan.

“Mereka (Kimmich dan Goretzka) bertanya bagaimana rasanya dan apa yang terjadi padamu ketika masih muda. Saya kemudian memberitahu mereka dan bagaimana itu bisa menjadi hal yang sulit dan menyakitkan untuk didengar. Kemudian, pikirkan orang-orang yang lebih muda darimu.”

“Orang-orang yang lebih muda darimu mungkin akan mendapat pengalaman ini sebagai pengalaman pertama mereka. Jadi, apa yang bisa kau lakukan? Bagaimana kau membantu orang-orang itu? Ada situasi yang memang sulit untuk memberi pertolongan. Namun, kau selalu bisa memberi pertolongan dalam situasi tersebut.”