Buaksib.com – Klub AHHA PS Pati FC akhir-akhir ini ramai dibicarakan setelah beredar sebuah video aksi pemain mereka di sebual laga uji coba. Akan tetapi, nama klub tersebut hingga saat ini masih belum terdaftar sebagai peserta Liga 2 2021.

PSSI Pertimbangkan Pengajuan Penggantian Nama PSG Pati jadi AHHA PS Pati FC
AHHA PS Pati.

 

Nama tersebut awalnya adalah PSG Pati (Putra Safin Grup Pati). Lebih jauh lagi, dulunya klub ini Bernama PSG Gresik (Putra Sunan Giri Gresik).

Ada yang menarik, pada saat dilakukan drawing fase grup Liga 2, tak ada nama AHHA PS Pati. Klub yang diakui sisi oleh Atta Halilintar dan Putra Siregar tersebut masih menggunakan nama lamanya yaitu PSG Pati.

Nama PSG Pati terdaftar sebagai peserta Grup C di babak penyisihan Liga 2. Grup C sendiri terisi oleh Persis Solo, PSCS Cilacap, Persijap Jepara, PSIM Yogyakarta, dan Hizbul Wathan FC.

AHHA PS Pati FC atau PSG Pati?

Selain AHHA PS Pati, Dewa United juga masih menggunakan nama lamanya yakni Martapura Dewa United sesuai dengan drawing penyisihan grup Liga 2.

Identitas Dewa United yang asli memang Martapura Dewa United setelah mendapatkan pengesahan dalam kongres tahunan PSSI pada 29 Mei 2021.

“Kami melihat AHHA PS Pati FC dan Dewa United ini, dari registrasinya masih dengan nama tersebut. Tentunya, jika memakai nama lain, kami akan coba koordinasi dan diskusi dengan PSSI sebagai regulator,” ucap Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita lewat konferensi pers virtual, Kamis (16/9/2021).

Putra Siregar dan Atta Halilintar sendiri membeli PSG Pati dari Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin pada Juni 2021 lalu. Mereka merubah identitas klub menjadi AHHA PS Pati FC.

Perubahan nama yang dilakukan sendiri baru bisa diajukan di kongres tahunan PSSI yang biasanya digelar pada awal tahun.

PT LIB akan melakukan konsultasi dengan pihak PSSI dahulu terkait klub yang menggunakan nama berbeda dengan identitas asli demi kepentingan profitabel.

“Kami akan coba diskusikan dan koordinasi dengan PSSI. Bagaimana kalau ada permintaan dari klub, misalnya untuk komersial dengan memakai nama yang lain,” beber Lukita.