Buaksib.com – Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini yakin jika Inter Milan masih punya peluang untuk merebut gelar Scudetto. Meski, dia juga tetap mengakui jika Juventus juga tetap masih punya keunggulan untuk bisa meraih juara.

Hasil Tes: Seluruh Pemain Inter Milan Negatif Virus Corona
Pemain Inter Milan sedang melakukan selebrasi.inter

 

Serie A sendiri sudah dihentikan sejak awal Maret lalu karena virus Corona yang merebak di Italia. Akan tetapi, kompetisi kasti tertinggi di Italia tersebut rencananya akan kembali dilanjutkan pada 20 Juni yang akan datang.

Pada saat ini, Juventus sedang memimpin puncak klasemen sementara Serie A. Raksasa Eropa tersebut hanya unggul satu poin dari Lazio yang kini duduk tepat dibawahnya.

Sedangkan kini, Inter Milan sedang duduk diperingkat ketiga dengan selisih Sembilan poin dari sang pemuncak klasemen. Akan tetapi, tim anak asuh Antonio Conte tersebut memainkan satu pertandingan lebih sedikit daripada Lazio dan Juventus.

Kesempatan Inter Milan

Mancini juga menganggap Juventus masih menjadi klub favorit dalam perebutan juara Serie A musim ini. Akan tetapi, eks bos Nerazzurri tersebut memprediksi bakal ada kejuatan setelah kompetisi kembali dilanjutkan.

“Lazio dan Juve akan bermain sampai akhir,” ucap Mancini ke Rai Sport.

“Tetapi sejak kompetisi mulai bermain di Bundesliga, faktor lapangan sebenarnya telah diabaikan. Saya pikir Inter Milan masih memiliki kemungkinan. Menurut saya, mungkin ada beberapa kejutan.”

“Tetapi kemudian jelas bahwa Juve memiliki keunggulan karena mereka memiliki pasukan yang sangat besar.”

Disisi lain, Bundesliga kini menjadi kompetisi elit Eropa pertama yang berhasil kembali melanjutkan kompetisi ditengah Pandemi virus Corona. Mancini yakin aka nada beberapa kesulitan yang muncul setelah sepak bola kembali berjalan.

“Semua pelatih akan memiliki sedikit masalah. Para pemain datang setelah dua bulan latihan di rumah. Kembali bekerja di lapangan dan melanjutkan bermain langsung dengan permainan kompetitif tidak akan mudah,” lanjutnya.

“Tempo pertandingan jauh lebih lambat. Sepak bola Jerman tidak memiliki tempo yang kita lihat dan, di pertandingan pertama, saya berpikir bahwa bahkan di Italia kita tidak akan memiliki tempo yang luar biasa.”