Buaksib.com – Semenjak kalah dari Juventus pada pertandingan pekan ke-26 Serie A, posisi Inter Milan menjadi semakin jauh dari puncak klasemen. Akan tetapi, Arrigo Sacchi mengatakan kepada public untuk tidak mencoret Nerazzurri dari perebutan gelar juara musim ini.

Inter Milan Harus Tetap Jadi Kandidat Peraih Scudetto
Para pemain Inter sedang melakukan selebrasi setelah pertandingan berakhir.

 

Inter sendiri sempat menjadi sangat kuat pada musim ini. Mereka berhasil memuncaki klasemen selama beberapa pekan dan akhirnya Juventus yang mana adalah juara bertahan berhasil merebut posisi tersebut.

Akan tetapi, perlahan, performa Inter Milan justru menunjukan penurunan. Setelah kalah dari Juventus, mereka kini hanya duduk diperingkat ketiga klasemen sementara tepat dibawah Lazio.

Hingga saat ini, mereka masih belum berhasil kembali menguasai klasemen Serie A. Sebab, pandemi virus Corona yang merebak di seluruh bagian Italia memaksa kompetisi Serie A harus ditangguhkan.

Jangan Hilangkan Inter Milan dari Perburuan

Setelah kompetisi tertunda cukup lama, Serie A akhirnya akan kembali berlanjut mulai 20 Juni yang akan datang. Nerazzurri sendiri baru akan bermain pada 22 Juni untuk menghadapi Sampdoria. Laga ini akan berlangsung di Giuseppe Meazza.

Sebagai informasi, Inter kini tertinggal delapan poin dari Lazio yang duduk diperingkat kedua. Dan beruntungnya, pertandingan ini adalah pertandingan tunda sehingga jika mereka berhasil menang, maka mereka bisa memperkecil selisih dengan Juventus.

Arrigo Sacchi yang sebelumnya pernah melatih AC Milan yakin jika peluang Inter untuk meraih juara masih cukup terbuka. “Saya melihat jadwal pertandingan dan sepertinya jalan Inter cukup mudah,” jelasnya kepada Gazzetta dello Sport.

“Saya pikir Conte bisa membawa mereka berjuang untuk kembali ke puncak, meskipun bila Juve, dengan skuat yang tersedia, dan Lazio, dengan motivasi yang tinggi, bakalan memulai dengan keuntungan,” sambungnya.

Kendala Cuaca

Pada pertandingan yang akan datang, fisik akan menjadi masalah utama bagi semua peserta kompetisi Serie A musim ini. Sebab, mereka harus menjalani pertandingan dengan cuaca panas yang sangat menyengat.

Sacchi pernah punya pengalaman yang sama saat melatih timnas Italia tahun 1994. Dia mengatakan jika bertanding saat Italia mengalami musim panas bukanlah hal yang mudah.

“Saya menjadi pelatih Italia, yang pada Piala Dunia 1994 bermain di siang hari, di bawah matahari yang seperti neraka dengan tingkat kelembaban udaranya mencapai 90 persen,” imbuhnya.

“Itu tidak mudah, sungguh. Tapi jika anda berlatih dengan baik dan bila anda berencana untuk memulihkan diri, anda bisa melakukannya. Manusia, dalam perjalanan panjangnya, selalu menang melawan alam,” tutupnya.