Buaksib.com – Hingga saat ini, Inter Milan masih terus menjadi pengganggu Juventus dan Lazio dalam perebutan gelar Serie A musim ini. Maka dari itu, sang pelatih, Antonio Conte, sangat yakin jika timnya tak boleh sedikitpun melakukan kesalahan.

Kegagalan Inter Milan Karena Kesalahan Sendiri
Antonio Conte, pelatih Inter Milan.

 

Inter sendiri berhasil menaklukan Sampdoria dengan skor 2-1 pada pertandingan lanjutan Serie A, Senin (22/6/2020) lalu. Pertandingan tersebut digelar dimarkas Nerazzurri, Giuseppe Meazza.

Kemenangan yang diraih pada laga tersebut sudah pasti menjadi sangat penting. Romelu Lukaku dan kawan-kawan kini masih duduk diperingkat ketiga klasemen sementara Serie A dengan mengatongi 57 poin.

Mereka terpaut jarak Sembilan poin dari sang pemuncak klasemen, Juventus dan lima poin dari Lazio. Akan tetapi, Si Nyonya Tua memainkan satu pertandingan lebih banyak daripada Inter Milan.

Inter Milan Jangan Terpengaruh tekanan

Antonio Conte sendiri hingga saat ini masih belum menyerah. Dia berharap kemenangan saat berhadapan dengan Sassuolo pada Kamis, (25/6/2020) dini hari nanti bisa menjaga pressure dari dua tim yang ada diatasnya.

“Saya pernah merasakan berbagai situasi. Mereka yang tengah memimpin merupakan yang paling berkuasa atas nasibnya sendiri, yang lain perlu memacu kecepatan untuk dapat terus mengikutinya,” ucap Conte pada Inter TV.

“Juventus dan Lazio telah bermain lebih baik daripada kami sejauh ini dan sebagai hasilnya, mereka memiliki toleransi kesalahan yang lebih besar. Bagi kami, setiap laga akan sangat menentukan. Kami ingin terus menjadi ancaman hingga akhir.”

Stadion Masih Belum Ada Penonton

Karena dampak dari pandemi Virus Corona, pertandingan Serie A terpaksa dihelat tanpa adanya penonton hingga musim berakhir. Dengan keadaan stadion yang kosong, para pemain seharusnya bisa mendengar arahan dari sang pelatih dengan lebih jelas.

“Saya sosok yang sangat aktif dalam pertandingan, para pemain terbiasa mendengarkan suara saya,” sambung eks pelatih Chelsea tersebut.

“Ketidakhadiran para pendukung memang memudahkan para pemain Inter Milan mendengarkan instruksi, namun tidak ada teriakan yang membuat kami lebih bersemangat. Sepak bola adalah tentang gairah dan kebahagiaan.” Tutupnya.