Buaksib.com – Sebuah kabar mengejutkan datang dari sepakbola Eropa. Juara bertahan Premier League, Manchester City harus menerima vonis larangan bermain di kompetisi Eropa selama dua musim ke depan. Artinya, The Citizens tidak akan bermain di Liga Champions atau Liga Europa dalam dua musim ke depan.

Ini Sebab Manchester City Dilarang Main di Liga Champions
Manajer Man City, Pep Guardiola

 

Hukuman ini tentu bak badai bagi tim yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut. Pasalnya, tim sebesar Manchester City sudah lama mengincar gelar Liga Champions.

The Citizens sudah menyiapkan rencana untuk mengajukan banding. Tapi mau tak mau vonis tersebut sudah membuat gejolak di dalam dan luar lapangan. Para pemain Manchester City pun mulai diliputi keraguan.

Larangan Bermain di Eropa Bagi Manchester City

UEFA menjatuhkan hukuman berat ini karena Manchester City terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap peraturan Financial Fair Play. Selain dihukum larangan bermain di Eropa selama dua tahun, mereka juga harus membayar denda sebesar 30 juta Euro.

Sebelumnya, investigasi yang dilakukan oleh Adjudicatory Chamber of UEFA’s Club Financial Control Body (CFCB) menemukan bahwa Manchester City bersalah atas pelaporan sponsor yang berlebihan pada mulai tahun 2012 hingga 2016.

Singkatnya, The Citizens telah memalsukan pendapatan sponsor mereka untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Penyelidikan ini sebenarnya sudah mulai dilakukan CFCB pada Maret 2019 lalu dan akhirnya mencapai kesimpulan baru-baru ini.

Tentunya CFCB tidak tiba-tiba menyelidiki kasus ini. Awalnya, media asal Jerman, Der Spiegel, menuding Manchester City telah melakukan pelanggaran berat. Tudingan tersebut berdasarkan sebuah bocoran dokumen dari Football Leaks.

CFCB kemudian menemukan bukti bahwa City sengaja menggelembungkan pendapatan sponsor. Tindakan tersebut membuat mereka bisa menghabiskan banyak uang di bursa transfer. Artinya, mereka telah menipu UEFA.

Menurut dokumen tersebut, pemilik Manchester City, Sheikh Mansour, telah menggelontorkan 67,5 juta Pounds untuk meningkatkan pendapatan sponsor tahunan The Citizens.

Laporan Der Spiegel pun menjelaskan bahwa The Citizens telah menipu UEFA demi memenuhi syarat sejumlah aturan FFP.

Respon Klub

Pihak klub masih belum berbicara banyak di depan media terkait hal ini. Mereka diduga bakal mempertahankan sikap yang sama sampai banding mereka diterima.

Benar, Manchester City sudah menyatakan bakal mengajukan banding dan membantah tudingan pelanggaran FFP tersebut. Pada pertanyaan pertama, The Citizens mengatakan bahwa mereka “kecewa tapi tidak terkejut” dengan keputusan UEFA tersebut.

Mereka pun menegaskan sikap mereka untuk mengajukan banding secepat mungkin melalui Court of Arbitration for Sport (CAS). Tak hanya itu, mereka juga mengecam proses penyelidikan sepihak yang dilakukan UEFA.