Buaksib.com – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, tidak kembali ke kampong halamannya meskipun timnya sudah diliburkan selama dua pekan. Pelatih yang berasal dari Montonegro tersebut lebih memilih untuk menetap di Semarang.

 

Ini Kegiatan Pelatih PSIS Semarang Selama Disemarang
Dragan Djukanovic, pelatih PSIS Semarang.

Kemudian, untuk mengisi waktunya selama masa libur, eks pelatih Borneo FC tersebut melakukan berbagai kegiatan yang tentunya positif. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membaca buku tentang sepak bola.

“Tidak banyak yang harus dilakukan tetapi saya membawa banyak buku dan itu akan menjadi teman terbaik saya saat ini,” ucap Dragan, Selasa (24/3/2020).

“Selalu ada banyak hal dalam sepakbola yang dapat membantu anda bergerak maju. Itulah sebabnya pendidikan tidak pernah berhenti,” tukasnya.

Buku yang dibaca oleh pelatih berusia 50 tahun tersebut adalah literature profesional tentang sepak bola. Akan tetapi, dia juga terkadang membaca buku-buku santai.

Membaca Buku Bora Milutinovic

Salah satu buku yang dibacanya pada saat ini adalah buku karya Velibor ‘Bora’ Milutinovic. Bora sendiri adalah salah satu pemain legenda sepak bola Serbia yang sempat melatih beberapa tim nasional.

“Dia telah memimpin lima tim nasional yang berbeda dalam 5 kejuaraan dunia. Dan tentu saja dia berasal dari negara saya,” sambung pelatih PSIS tersebut.

“Dia bersama Kostarika, Cina, Meksiko, Ghana, dan Amerika Serikat,” kata sang pelatih.

Sudah pasti, dari kisah yang ditulis Bora Milutinovic, dia bisa mengambil banyak pelajaran. Khususnya bagaimana seharusnya ia memimpin sebuah tim sepak bola.

“Dia memiliki komunikasi yang luar biasa dengan para pemain dan merupakan motivator yang fenomenal,” tandasnya.

Keuangan PSIS Semarang Berantakan

Disisi lain, dihentikannya kompetisi Shopee Liga 1 2020 karena virus Corona ternyata sangat berdampak bagi klub peserta. PSIS Semarang adalah salah satu klub yang terkena dampak tersebut.

Menurut CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya, salah satu dampak yang dirasakan adalah keuangan klub menjadi berantakan. Sebab, pemasukan kini tak ada, sedangkan pengeluaran tetap berjalan.

”Pemasukan klub kan terpengaruh juga karena kami enggak bisa menggelar pertandingan dan toko klub serta unit bisnis klub tutup,” jelas pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi.

Maka dari itu, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut meminta kepastian dari PSSI terkait kelanjutan kompetisi. Hal ini dilakukan agar manajemen tim bisa secepatnya mengambil keputusan.

”Kami minta kepastian ditunda sampai kapan atau dihentikan, supaya bisa mengatur kembali keuangan klub yang menjadi berantakan karena imbas pandemi covid-19,” tandasnyas.