Buaksib.com – Musim ini menjadi musim yang cukup buruk untuk Juventus, ditangani oleh Massimiliano Allegri, Bianconeri gagal meraih trofi.

Allegri Marah ke Juventus Karena Lepas Cristiano Ronaldo
Massimiliano Allegri.

 

Di ajang Serie A, Juve sudah tak mungkin bersaing untuk meraih gelar juara. Sementara itu, di final Supercoppa Italiana, mereka ditaklukan oleh Inter Milan dengan skor 1-2 hingga extra time.

Di ajang Liga Champions, Juve disingkirkan oleh Villareal di babak 16 besar. Sementara itu, di final Coppa Italia, mereka juga dikalahkan oleh Inter Milan di babak extra time dengan skor 4-2.

Direktur Juventus, Pavel Nedved, dikabarkan sudah menyampaikan keluhannya kepada presiden klub, Andrea Agnelli. Dia komplain terkait ketidak becusan Allegri. Kekecewaan yang sama juga sama dengan kebanyakan penggemar Bianconeri.

Akan tetapi, Agnelli diklaim tak akan memecat Massimilano Allegri. Dia akan tetap melatih Juve di musim depan. Dikutip dari Football Italia, ada paling tidak tiga alasan terkait keputusan Agnelli tersebut.

Alasan Juventus Tetap Pertahankan Allegri

Alasan pertama adalah karena Agnelli masih percaya kepada Allegri. Dia merasa yakin jika Max Allegri masih menjadi sosok yang tepat untuk melatih timnya.

Perlu diketahui, Juventus ditinggal oleh Ronaldo ke Man United di awal musim ini. Kehilangan mesin pencetak goll sepertinya membuat Juve berada dalam situasi yang cukup rumit.

Selain itu, musim ini adalah musim pertama dari periode kedua Allegri melatih Juve. Dia dikontrak oleh Juventus hingga tahun 2025 yang akan datang.

Si Nyonya Tua memberi gaji sebesar tujuh juta euro per musim plus bonus. Kontraknya juga memiliki nilai cukup tinggi.

Jika mereka memecat Allegri setelah satu musim berakhir, maka kompensasi yang mereka bayarkan sangat besar.

Perjalanan Juventus musim ini harus menghadapi banyak rintangan. Selain ditinggal Ronaldo, yang mana mereka belum menyiapkan penggantinya, mereka mengalami badai cedera.

Salah satu pemain yang cederanya sangat berpengaruh untuk Juve adalah Federico Chiesa. Kondisi tersebut sangat berat, tapi Allegri masih mampu membawa timnya lolos ke Liga Champions usai memastikan finis di empat besar.