Buaksib.com – Direktur Teknik (dirtek) Timnas Indonesia, Indra Sjafri, mengungkapkan kritik kepada sistem pembinaan sepak bola di Indonesia. Sosok berumur 54 tahun tersebut mengomentari apa yang sudah dilakukan PSSI tidak dijalani dengan konsisten.

Jika Indra Sjafri Jadi Pelatih Timnas Indonesia Senior
Indra Sjafri, pelatih Timnas Indonesia U-22

 

Lewat skema yang diracik Indra, Timnas U-19 berhasil meraih gelar Piala AFF U-19 pada tahun 2013 lalu. Trofi tersebut adalah gelar bergengsi pertama yang diraih Timnas di semua level usia selama 22 tahun terakhir.

Selain itu, dia juga berhasil mengantarkan Timnas U-19 lolos ke putaran final Piala Asia pada tahun 2014 lalu. Kemudian, Indra Sjafri juga berhasil membawa Timnas Indonesia meraih gelar juara di ajang PIala AFF U-22 2019 lalu.

Komentar Indra Sjafri

Namun sayangnya, pembinaan usia muda yang dilakukan oleh Indra disebut masih disepelekan oleh banyak pihak. Bahkan, Indra mengatakan jika PSSI masih kurang getol dalam melakukan pembinaan kepada pemain sepak bola muda.

“Memang pembuktian yang saya lakukan baru di level junior, timnas senior belum memang. Tentu orang masih ragu dengan cara yang kita lakukan, mulai rekrutmen, mulai dari memilih anak-anaknya,” ungkapnya saat berada di YouTube CakNun.com.

“Yang jadi masalah di PSSI adalah tidak konsisten dalam melakukan pembinaan. Terus terang saja dalam kepelatihan yang saya lakukan sejak 2011, itu dinamikanya luar biasa,” imbuhnya.

“Bahkan habis juara pun saya tidak dilanjutkan sebagai pelatih (dipecat pada 2014), padahal sudah ada pembuktian. Adanya pergantian pelatih itu memunculkan ide-ide dan pemahaman-pemahaman bahwa kita tidak cukup dengan potensi saat ini,” Sambung Indra Sjafri.

Strategi instan yang dilakoni PSSI agar Timnas Indonesia bisa meraih prestasi di sepak bola dunia adalah dengan melakukan naturalisasi pemain asing. Beberapa dari mereka adalah Stefano Lilipaly, Cristian Gonzales, Raphael Maitimo, Greg Nwokolo, Beto Goncalves, dan Ezra Walian.

Namun, Indra Sjafri mengatakan jika hadirnya pemain naturalisasi masih belum memberikan dampak bagus untuk Timnas Indonesia. Terbaru, Tim Merah Putih terdampar di peringkat terakhir Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan satu poin dari delapan pertandingan.

Baginya, menaturalisasi pemain asing bukanlah cara yang pas untuk meningkatkan prestasi timnas Indonesia. Indra Sjafri yakin jika pembinaan berjalan dengan tepat, maka Indonesia bisa mempunyai skuat yang kuat hanya dengan pemain lokal.