Buaksib.comMaurizio Sarri mengakhiri kerja sama dengan Juventus dengan status diberhentikan. Salah satu mantan pemainnya, Gonzalo Higuain, mengatakan, ada pemain yang tidak senang dengan cara bermain sang pelatih.

Juventus: Maurizio Sarri Lakukan Langkah Bunuh Diri
Maurizio Sarri.

 

Higuain menjadi bagian dari Juventus pada tahun 2016 lalu dengan mahar sebesar 90 juta euro. Di musim pertama, dia menjalaninya dengan baik, dia mencatatkan 24 gol hanya di ajang Serie A. Akan tetapi, memasuki musim kedua, jumlah gol yang didapat Higuain menurun drastis.

Juventus lalu memutuskan untuk menjual Higuain ke AC Milan dan Chelsea pada musim 2018/2019. Pemain yang punya julukan El Pipita tersebut lalu kembali lagi ke Juve pada musim 2019/2020. Dia kembali pada saat Maurizio Sarri menjadi pelatih.

Sebelum bekerja sama di Turin, Higuain dan Sarri sudah saling mengenal dengan cukup baik. Pasalnya, mereka pernah menjadi partner pada saat masih di Napoli. Higuain menikmati saat-saat indah dibawah kepelatihan Sarri dan mencetak banyak gol bersama Napoli.

“Tahun pertama di Napoli saya menderita, tetapi ketika Sarri tiba, semuanya berjalan lebih baik,” ucap Higuain.

“Sebelum kedatangan Sarri, saya ragu apakah akan melanjutkan atau tidak, tetapi setelah berbicara dengannya selama lima menit, meyakinkan saya untuk bertahan. Kemudian saya mencetak 36 gol bersamanya.”

“Dia adalah guru yang hebat, dia adalah salah satu pelatih terbaik yang pernah saya miliki,” sambungnya.

Maurizio Sarri di Juventus

Higuain mengatakan, sarri tak bisa mengekspresikan gaya bermainnya dengan bebas. Pasalnya, tak semua pemain mau melakukan apa yang diperintahkan oleh sang pelatih. Beberapa pemain dinilai tak suka dengan gaya bermain yang diberi oleh Sarri.

“Saya rasa dia gagal menyampaikan ide permainannya kepada para pemain di Juventus. Sarri selalu ingin memainkan dua sentuhan meski itu berisiko. Beberapa pemain tidak senang bermain dengan cara ini,” tukas Higuain.

Maurizio Sarri berhasil memberikan gelar Serie A musim 2019/2020 kepada Juventus. Akan tetapi, gelar tersebut tak bisa menyelamatkannya dari pemecatan. Gagal di Coppa Italia dan Liga Champions menjadi alasan kenapa Sarri dipecat.