Buaksib.comHendro Siswanto tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya pada saat menginjakkan kakinya lagi di Stadion Kanjuruhan, Jumat (7/10/2022). Mata mantan pemain Arema FC tersebut terlihat berkaca-kaca. Suaranya terdengar bergetar pada saat mengungkapkan perasaannya.

Aremania Tuntut Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

 

“Ini kejadian yang tak pernah dibayangkan. Saya pribadi beserta keluarga mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk Arema dan warga Malang,” ucap Hendro.

Hendro Siswanto mengaku tidak bisa membayangkan jika tragedy ini akan segera terjadi. Bagi pemain yang kini memperkuat Borneo FC tersebut. Hal ini adalah tragedi paling mengerikan sepanjang hidupnya.

“Dulu memang pernah ada, tapi tak sebanding dengan saat ini. Korbannya mencapai ratusan jiwa. Apalagi, ada anak-anak yang turut menjadi korban,” ucapnya.

Hendro Siswanto Kena Mental

Bagi sang pemain, Stadion Kanjuruhan adalah tempat bersejarah sepanjang perjalanan karirnya. Pemain yang berasal dari Tuban tersebut merintis karirnya di sepak bola professional dari stadion yang menjadi tempat tragedi ini.

“Pertama kali saya seleksi tim nasional ya di sini. Kalau ada kejadian seperti ini ya sedih,” ucap Hendro.

“Saya pernah berkeinginan nanti kalau punya anak akan mengajak anak nonton di sini. Lalu, kemudian, ada kejadian seperti ini. Nelongso,” lanjut Hendro Siswanto.

Bagi pemain Borneo FC tersebut, kejadian ini membuatnya merasa takut untk mengajak buah hati dan keluarga ke Stadion lagi. Dia harus berfikir berulang kali sebelum mengajak dua anak laki-laki dan satu anak perempuan menonton di stadion.

“Mau ajak anak ke stadion takut sekali. Bagi saya yang pelaku sepak bola saja takut mengajak anak ke stadion, apalagi para orang tua lainnya,” ucap Hendro Siswanto.

Kejadian yang memilukan tersebut adalah salah satu tragedi terbesar dalam sepak bola yang ada di dunia. Pada insiden ini, diketahui terdapat 131 orang yang harus meregang nyawa akibat berdesakan dan sesak nafas.

Kejadian ini menjadi sorotan dunia karena memang satu nyawa terlalu berharga untuk hilang daripada sepak bola itu sendiri. Sedangkan kejadian ini merenggut ratusan nyawa dan korban luka-luka. Semoga kedepan insiden ini tak lagi terjadi di Indonesia ataupun dunia.