Buaksib.comManchester United secara mengejutkan harus takluk 2-1 dari tim juru kunci Grup L Astana dalam lanjutan Liga Europa, Kamis (28/11/2019) malam. Bermain di markas lawan yang notabene merupakan tim non-unggulan, MU menurunkan sejumlah pemain mudanya.

Manchester United secara mengejutkan harus takluk dari tim juru kunci Grup L dalam lanjutan Liga Europa, Kamis (28/11/2019) malam.
Ole Gunnar Solskjaer

Sempat unggul di awal laga, MU harus rela menerima kenyataan pahit kalah dari Astana dengan skor tipis 2-1. Kendati demikian, wakil Inggris tersebut berhak lolos ke babak selanjutnya karena jumlah poin yang mereka kumpulkan tak mampu lagi dikejar oleh Partizan Belgrade di peringkat ke-3.

Babak Pertama: United Menguasai Jalannya Laga

Bermain melawan tim yang berstatus juru kunci grup, pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memilih untuk menurunkan sejumlah pemain mudanya. Daftar starting line up mereka bahkan 80 persen diisi oleh pemain muda jebolan akademi. Tercatat hanya Luke Shaw dan Jese Lingard yang merupakan pemain inti di skuad utama Setan Merah.

Sementara Astana turun dengan skuad terbaiknya di laga ini. Mereka memainkan beberapa pemain kunci mereka sejak awal laga.

Dengan tempo yang cenderung lambat, MU mengambil insiatif menyerang sejak menit pertama pertandingan. Hasilnya langsung terlihat di menit ke-10. Serangan yang dibangun Luke Shaw dari sayap kiri diselesaikan dengan baik oleh Jese Lingard melalui tendangan dari luar kotak penalty.

Unggul 1 gol membuat kepercayaan diri para pemain MU meningkat. Beberapa kali mereka mengancam pertahanan Astana melalui Jese Lingard dan Mason Greenwood. Sementara Astana hanya mampu bertahan untuk membendung serangan para pemain Setan Merah. Hingga akhir paruh pertama laga, keunggulan satu gol untuk tim tamu tidak berubah.

Babak Kedua: Serangan Efektif Astana

Sadar timnya tertinggal, pelatih Astana menginstruksikan para pemainnya untuk keluar menyerang di babak kedua. Hasilnya mulai terlihat di awal babak kedua dengan 2 peluang dari Evgeny Postnikov.

Astana akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-55 melalui kaki Dmitry Shomko. Memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan MU, Shomko berhasil melepaskan tendangan kaki kiri yang menghujam gawang MU yang dijaga Lee Grant.

Gol tersebut seketika membuat moral para pemain MU anjlok. Hanya berselang 7 menit, Astana kembali mencetak gol. Melalui permainan cepat, Dorin Rotariu yang berada di sayap kanan berhasil melepaskan umpan silang ke kotak penalty. Di’Shon Bernard yang mencoba menghalau umpan silang tersebut justru membelokkan arah bola ke gawangnya sendiri.

Hingga akhir pertandingan, permainan kedua tim tak banyak berubah. Skor 2-1 untuk kemenangan Astana menjadi hasil akhir laga.

Hasil Akhir Pertandingan

Bermain dengan mayoritas pemain muda, MU memang tidak mengincar kemenangan pada laga melawan Astana. Pasalnya, anak asuh Ole Gunnar Solskjaer sebelumnya telah memastikan diri lolos ke babak berikutnya.

Namun dalam pertandingan ini, kerja keras para pemain Astana patut diapresiasi. Sempat tertinggal satu gol, Astana mampu membalikkan keadaan di babak kedua. Bahkan secara statistik, Astana tampil cukup agresif.

Hasil pertandingan ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen Grup L Liga Europa. MU masih di puncak klasemen, sementara Astana masih berada di dasar grup.