Buaksib.com – Rencana dihapusnya sistem degradasi di kompetisi Liga 1 musim 2021 tak lepas dari perhatian Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Solo FC, Sumardji. Dia mengatakan jika dihapusnya sistem degradasi memiliki dampak positif dan juga dampak negatif.

Hal Positif dan Negatif Dihapusnya Degradasi Liga 1
Sumardji.

 

Dampak positif dari dihapusnya sistem degradasi adalah pembinaan kepada pemain muda. Pasalnya, dengan tidak adanya degradasi, maka klub bisa memaksimalkan potensi pemain mudanya karena mereka bertanding tanpa memiliki beban.

“Pemain muda dimungkinkan mendapatkan jam bermain yang lebih, sehingga permainan mereka semakin meningkat,” tutur Sumardji, pada wartawan.

Sementara itu, dampak negatif yang didapat adalah, kompetisi Liga 1 menjadi tidak bermutu. Pasalnya, persaingan akan menjadi kurang kompetitif karena klub tidak perlu khawatir mereka akan turun kasta ke Liga 2.

“Paling terlihat dari sisi negatif tentu saja kompetisi menjadi kurang berkualitas,” ucap Sumardji.

Penghapusan Degradasi Liga 1 Diputuskan di Kongres Tahunan

Rencana dihapusnya sistem degradasi akan dibawa hinggake Kongres tahunan PSSI. Kongres tersebut dijadwalkan akan digelar pada 29 Mei yang akan datang. Kongres tersebut akan digelar di Hotel Inter Continental Pondok Indah, Jakarta.

Kemudian nantinya, peserta kongres akan memutuskan apakah kompetisi Liga 1 musim ini akan menggunakan sistem degradasi atau tidak. Sementara itu, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia dijadwalkan akan digelar pada 13 Juli yang akan datang.

Pelatih Barito Putera Bungkam Terkait Liga 1 Tanpa Degradasi

Sementara itu, pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman tak mau menanggapi terkait Liga 1 tanpa degradasi. Pria yang akrab disapa Djanur tersebut tak mau menanggapi karena malas dengan reaksi dari warganet.

Rencana penghapusan degradasi sendiri menjadi perbincangan dalam rapat komite eksekutif beberapa hari lalu.

“Aku males yang gini-gini ah, males komen. Tahu sendiri netizen sekarang, gini salah, gitu salah,” ucapnya pada, Selasa (11/05/2021).

“Biarkan saja pak Hasnur (Hasnuryadi Sulaiman, CEO Barito Putera) yang sudah komentar,” seru juru racik asal Majalengka itu.